Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Dorong Kurangi Emisi Karbon dengan Apresiasi Resilience and Sustainability Industry

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Eko S. A. Cahyanto, dalam acara Apresiasi Resilience and Sustainable Industry di Jakarta pada Senin (11/12/2023). (Foto: Kemenperin)
353 pembaca

Jakarta | Datiak.com – Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri untuk kurangi emisi karbon. Salah satunya dengan memberikan Apresiasi Resilience and Sustainable Industry di Jakarta pada Senin (11/12/2023).

Penghargaan ini tidak saja untuk pelaku usaha industri, tetapi juga kawasan industri dan pemerintah daerah. Terdapat 13 kategori penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi terbaik dalam sektor industri. Salah satunya dalam mendukung untuk kurangi emisi karbon.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, dalam menghadapi tantangan global saat ini, penting mengembangkan industri dengan prinsip-prinsip berkelanjutan. Yakni berdasarkan Environmental, Social, and Governance (ESG), untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030.

Menurutnya, sebagai pilar utama perekonomian Indonesia, sektor industri, khususnya pengolahan non migas, terus memberikan kontribusi signifikan terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) nasional. Katanya, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam lima tahun terakhir sektor ini memegang peranan penting dengan kontribusi rata-rata terbesar.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi untuk para pelaku industri yang telah berdedikasi dalam mengembangkan industri nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam acara Apresiasi Resilience and Sustainable Industry.

Pemenang utama dalam kategori ESG industri di luar kawasan industri adalah PT Petrokimia Gresik. Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, menyatakan bahwa penghargaan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ketahanan dan keberlanjutan industri.

“Perusahaan industri sebaiknya tidak hanya fokus pada profit dan laba semata, tetapi juga memperhatikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. PT Petrokimia Gresik telah membuktikan komitmennya dengan berbagai program, seperti pembinaan UMKM dan kegiatan penghijauan,” ungkap Dwi Satriyo Annurogo.

PT Petrokimia Gresik juga terlibat dalam program dekarbonisasi dengan beralih ke tenaga listrik yang ramah lingkungan, salah satunya dengan pemasangan solar cells sebesar 400 kW. Perusahaan ini berkomitmen untuk menurunkan sepertiga emisi karbon pada tahun 2030.

Sementara itu, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah meraih penghargaan kawasan industri baru terbaik. Juliani Kusumaningrum, Head of Marketing and Sales Kawasan Industri Kendal, mengatakan bahwa penghargaan ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerja mereka.

“ESG adalah parameter yang perlu terus dipertajam untuk mendukung target zero carbon di Indonesia pada 2060. Untuk itu, diharapkan pemerintah segera menerbitkan regulasi energi berkelanjutan seperti solar panel,” tambah Juliani Kusumaningrum.

Kementerian Perindustrian meyakini bahwa apresiasi ini dapat menjadi langkah sinergi bagi seluruh pemangku kepentingan, perusahaan industri, kawasan industri, pemerintah daerah, dan pihak lainnya.

“Dengan pengembangan kinerja berkelanjutan dan kebijakan ESG, diharapkan akan meningkatkan daya tarik investor bagi perusahaan industri,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Eko S. A. Cahyanto. (*)