“Titik Balik” jadikan MTQ Nasional di Sumbar Menyentuh

  • Bagikan
Komunitas Seni Intro yang ia asuh Della Nasution ketika melakukan presentasi pra-shooting "Titik Balik". (Foto: Istimewa)

Payakumbuh | Datiak.com – Della Nasution tidak asing lagi di blantika seni pertunjukan Sumbar. Wanita yang bergelut dengan berbagai karya teater dan puisi di Kota Payakumbuh ini, sekarang menggarap project video art dalam rangkaian promosi MTQ Nasional di Sumbar, yang bakal digelar 12-21 November depan. Bersama Komunitas Seni Intro yang ia asuh, Della menghadirkan karya bertajuk “Titik Balik”.

“Dalam karya ini saya libatkan para aktor yang didominasi anak-anak. Tapi mereka hadir dalam karya bukan sebagai karakter dengan latar usia atau sosial tertentu. Mereka adalah jiwa-jiwa. Jadi di sini, setiap ungkapan dalam lisan maupun tubuh sesungguhnya adalah ungkapan jiwa-jiwa yang resah dalam mencari kesejatian,” kata Della, Minggu (11/10).

Della mengaku berupaya untuk berkompromi dengan selera penonton. Sebab, bagaimanapun karya ini akan menjadi bagian dari promosi MTQ Nasional di Sumbar. “Ini adalah project promosi MTQ. Jadi pilihan-pilihan artistik ini saya upayakan agar mudah dicerna secara umum. Namun nilai dan muatannya saya upayakan untuk cepat menyentuh,” sebutnya.

BACA JUGA:  Ketua KPPS Ujung Tombak Suksesnya Pilgub di Mentawai

Titik Balik, lanjutnya, sebenarnya merupakan penggambaran tentang bagaimana nurani manusia berusaha untuk memainkan perannya dalam menyadarkan tiap pribadi agar senantiasa merasakan kekuasaan Ilahi. “Kita sekarang kerap hanyut dengan segala urusan dunia. Kita saling berbenturan, saling salah menyalahkan, saling serang. Padahal itu semua tidak akan ada artinya jika kita melupakan kesejatian kita sebagai insan,” katanya.

Penilaian Para Kurator

Kurator Muhammad Fadhli saat menyaksikan presentasi pra-shooting Titik Balik, menilai bahwa kehadiran aktor anak-anak dalam karya Della seperti memberi nilai yang berbeda. Terlebih, para anak-anak yang terlibat mampu total dan memahami dengan baik perannya.

“Anak-anak ini tentu manusia yang belum mengalami banyak peristiwa berat dalam hidup. Ketika mereka dituntut untuk berperan dengan mengangkat tema sekelas ini, pastinya tidak sederhana. Tapi mereka mampu bermain dengan baik. Ini luar biasa,” hematnya.

BACA JUGA:  Potensi Kelapa Dalam Padangpariaman Terus Dikembangkan

Dikatakannya, kehadiran anak-anak secara visual juga akan menjadi tamparan bagi kedewasaan penonton. “Kita yang dewasa, harusnya kita yang memiliki jiwa autokritik yang baik. Tapi justru mereka yang ingatkan kita untuk mengevaluasi diri. Ini tamparan yang tak main-main,” sambungnya lagi.

Kurator lainnya, Mahatma Muhammad mengatakan garapan ini akan lebih mudah untuk dieksekusi karena di keluarga besar komunitas intro sendiri juga banyak terdapat penggerak film dan seni video. Menurutnya, tim video nanti akan sangat terbantu karena pastinya akan ada arahan-arahan dari tim internal Intro.

“Semoga project ini menjadi labor yang memiliki banyak catatan untuk dielaborasi bersama dengan 11 proses lainnya yang kini juga tengah berjalan dalam project Mantagi Jiwa Islami,” harap Mahatma.

BACA JUGA:  Atika Mahwu jadi Putri Muslimah Persahabatan Nusantara 2021

Kadis Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengapresiasi karya Della Nasution yang bakal masuk tahap shooting. “Saya berharap seluruh keluarga besar Komunitas Seni Intro turut mensosialisasikan kegiatan MTQ nasional yang tahun ini kita sebagai tuan rumahnya. Jaga kesehatan dan berkaryalah sebagus mungkin,” tuturnya. (da.)

  • Bagikan