Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Status Gunung Marapi Naik Level 3: Begini Mitigasi Agam dan Tanah Datar

Aktivitas erupsi gunung Marapi pekan lalu. Selasa (9/1/2024) pukul 19.43 WIB, status gunung Marapi ditetapkan naik ke level 3. (Foto: Tangkap Layar Vide Info Minang)
142 pembaca

Bukittinggi | Datiak.com – Status gunung Marapi naik ke level 3. Peningkatan status gunung Marapi menjadi siaga, seiring dengan meningkatnya aktivitas erupsi gunung Marapi, pada Selasa (9/1/2024) pukul 19.43 WIB.

Kepala Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Marapi, Kristianto, mengungkapkan bahwa erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.3 mm dan durasi ± 32 detik.

Namun, status gunung Marapi naik ke level 3, ternyata tidak hanya didasarkan pada data seismik. Tetapi juga terkait dengan peningkatan aktivitas kegempaan dan pengamatan visual terhadap gejala erupsi Marapi.

“Sejak awal Januari, kami melihat terjadi peningkatan aktivitas kegempaan. Selain itu, berdasarkan pengamatan visual, terlihat bahwa aktivitas Marapi terus meningkat. “Indikator lainnya ialah intensitas gempa vulkanik dan gempa low frekuensi yang terus meningkat,” kata Kristianto.

Sejak tanggal 6 Januari, sambungnya, lontaran material pijar dapat terlihat dari pos pengamatan PVMBG yang berlokasi di Belakang Balok, Kota Bukittinggi.

“Sejak itu, kami juga melihat ada perubahan sifat erupsi menjadi magmatik. Dengan adanya peningkatan lontaran pijar tersebut, menjadi indikasi bahwa ada perubahan pada suplai magma,” tambahnya.

Dengan demikian, PVMBG pun merekomendasikan kepada masyarakat untuk tidak memasuki area dengan radius 4,5 kilometer dari kawah. Sebab, di radius tersebut ada potensi bahaya lontaran material pijar.

“Jadi, kepada masyarakat di sekitar, kami mengimbau untuk tidak memasuki area di radius yang telah ditetapkan,” seru Kristianto.

Kristianto juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi lahar. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan sungai atau aliran air yang berhulu pada Gunung Marapi. Ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi, masyarakat di sekitar aliran air mesti mewaspadai potensi lahar.

“Ada tumpukan material erupsi yang sewaktu-waktu bisa turun jika intensitas hujan tinggi. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya mengingatkan.

Abu vulkanik juga harus diwaspadai, dan masyarakat diminta menggunakan masker, pelindung mata, dan pelindung kulit. “Sebaran abu tentu sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Ini juga akan mempengaruhi penerbangan dan bandara,” sambungnya.

PVMBG juga merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanahdatar untuk segera menyosialisasikan dan melakukan evakuasi terhadap warga yang bermukim dalam radius 4,5 km.

Kesiapsiagaan di Agam

Sedangkan Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito, menegaskan kesiapannya untuk mengikuti imbauan PVMBG. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan lintas sektoral, terutama dengan TNI dan Polri. Sebab, dalam realisasi sangat membutuhkan sinergitas lintas sektoral.

“Pemerintah daerah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami tadi sudah koordinasi dengan Kodim 0304 Agam. Besok kita ke lapangan melakukan pengamatan, dan sosialisasi ke masyarakat terkait peningkatan status gunung Marapi ini,” ujarnya, kemarin.

Bersama pihak terkait, pihaknya sudah memetakan dan terdapat beberapa wilayah Agam yang posisinya berdekatan dengan gunung Marapi. Yakni sebanyak 5 jorong di Kecamatan Sungai Pua, dengan radius 3-5 kilometer dari pusat erupsi.

Lalu, terdapat 1 jorong di Kecamatan Canduang, dengan radius 4,2-4,4 km dari puncak gunung. “Jumlah rumah di wilayah yang berdekatan dengan puncak Marapi ini sudah kami data,” ucapnya.

“Begitupun penduduk, fasilitas umum, dan lainnya. Ini yang perlu dievakuasi nantinya sesuai rekomendasi terkini bahwa peningkatan status gunung Marapi naik ke level 3,” imbuh Bambang.

Selain itu, pihaknya pun akan mendirikan dua posko pengamatan di Sungai Pua dan Bukik Batabuah di Canduang. Pos itu akan ditempatkan personel gabungan dari BPBD, TNI-Polri dan pihak terkait lainnya untuk pengamatan aktivitas erupsi dan tempat evakuasi sementara.

”Sebelumnya, kami juga sudah memasang sejumlah rambu evakuasi, supaya masyarakat mengetahui ke mana akan pergi jika bencana erupsi Marapi meningkat lagi,” tukasnya.

Kesiapsiagaan Tanah Datar

Kepala BPBD Tanah Datar, Yusnen, mengungkapkan bahwa pemukiman dan perkampungan warga berada pada radius 7 kilometer dari kawah gunung. Jikapun ada aktivitas warga, itu adalah warga yang berkebun dan berada pada radius 5 kilometer.

Katanya, BPBD Tanah Datar selalu berkoordinasi dengan instansi lainnya dalam menyikapi perkembangan aktivitas erupsi gunung Marapi, yang mengalami erupsi sejak sebulan terakhir.

“Dengan adanya informasi peningkatan status gunung Marapi naik ke level 3, kami mengimbau agar warga tetap lebih waspada. Meskipun jarak pemukiman 7 kilometer, tetap antisipasi kemungkinan buruk terjadi dan jangan lengah,” imbaunya.

Jika kemungkinan terburuk itu terjadi, pihaknya juga sudah mempersiapkan mitigasinya. “Seandainya harus mengungsi, tentu nanti akan kita bicarakan dengan pihak kecamatan, ke wilayah mana akan diungsikan. Semua akan kita koordinasikan,” jelas Yusnen.

Namun, Yusnen menegaskan agar warga Tanah Datar tetap tenang, dan menunggu informasi dari pihak terkait. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak gampang percaya pada info yang tidak jelas. Sebab, hal itu bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (*)


1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.