Minggu, 25 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Hidayat Sebut Pembangunan Tol Sumbar “Jauh Panggang dari Api”

Pelaksanaan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Seksi 1 Padang-Sicincin di Nagari Parik Malintang, Kecamatan Anam Lingkuang. (DatiakFoto)
99 pembaca

Padang | Datiak.com – Anggota DPRD Sumbar, Hidayat, menyoroti pembangunan Tol Sumbar, yakni Tol Padang-Pekanbaru yang menjadi sirip Jalan Tol Trans Sumatera. Ia menyatakan keprihatinannya terkait kemajuan proyek tersebut.

Dalam keterangan resminya, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar ini dengan tegas menyatakan bahwa pembangunan Tol Sumbar saat ini “jauh panggang dari api”. Artinya, masih jauh dari harapan yang diinginkan.

Tolak ukur penilaian Hidayat terhadap proyek ini, diambil dari proyek yang serangkai, yaitu tol di Riau yang sudah selesai. Menurutnya, pembebasan lahan masih menjadi kendala utama yang menyebabkan pembangunan tol di Sumbar belum tuntas.

Dalam pandangannya, Gubernur Sumbar seharusnya mengambil langkah tegas. Yakni dengan memimpin langsung proses pembebasan lahan untuk Tol Padang-Pekanbaru di Sumbar ini.

“Kita ini sangat lamban. Tidak saja tol di Riau ya, Tol Bengkulu juga lebih dulu selesainya. Kita ini sudah lama. Jadi, tak bisa lagi berleha-leha. Gubernur harus memimpin langsung,” ungkap Hidayat beberapa waktu lalu.

Hidayat juga menekankan pentingnya menetapkan dateline dan timeline yang jelas dalam mencapai kesuksesan pembangunan Tol Sumbar. Terutama dalam hal pembebasan lahan. Menurutnya, hal ini akan mencegah keterlambatan yang dapat menghambat proyek.

“Saya rasa seharusnya ada dateline dan timeline yang jelas, terutama terkait pembebasan lahan, agar tidak ada keterlambatan yang berkepanjangan. Kita harus serius dalam menangani masalah ini,” tegas Hidayat.

Lebih lanjut, Hidayat menyayangkan anggapan di masyarakat bahwa Sumbar tidak membutuhkan jaringan tol. Ia berpendapat bahwa sosialisasi aktif perlu dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya jaringan tol dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Jika Sumbar tidak segera memiliki tol, kita harus siap menghadapi kemungkinan tertinggal dari provinsi-provinsi lain. Tol memiliki peran penting dalam memperlancar transportasi dan distribusi, yang pada gilirannya berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Hidayat.

Hidayat juga mengkritik kurangnya upaya Pemprov Sumbar dalam melakukan lobi terhadap pemerintah pusat. Menurutnya, hal ini perlu diperbaiki, mengingat APBD Sumbar dianggap tidak mampu menopang kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh daerah tersebut.

Sebagai penutup, Hidayat menegaskan bahwa pembangunan tol bukan hanya menjadi kebutuhan domestik. Tetapi, juga menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan stunting di Sumbar.

Ia berharap agar Pemprov Sumbar segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan, sehingga dapat mempercepat progres pembangunan tol Sumbar. Sebab, jalan bebas hambatan itu sangat penting untuk memajukan daerah di Sumbar. (*)