Iklan Melayang
Iklan Melayang

UU Cipta Kerja Disahkan, Massa Datangi DPRD Sumbar

  • Bagikan
Massa dari kalangan mahasiswa menuju DPRD Sumbar untuk menyampaikan aspirasi penotakan atas penetapan UU Cipta Kerja yang tertuang dalam Omnibus Law. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padang | Datiak.com – Massa dari kalangan mahasiswa, buruh hingga masyarakat sipil mendatangi kantor DPRD Sumbar, Rabu (7/10). Mereka melakukan aksi penolakan terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang tertuang dalam Omnibus Law. Pasalnya, UU Cipta Kerja yang menuai kontroversi tersebut, telah ditetapkan DPR RI, Senin (5/10).

Pantauan Datiak.com, kantor DPRD Sumbar yang akan menjadi titik penyampaian aspirasi para peserta aksi tersebut, terlihat dikawal ratusan petugas polisi. Kawat besi juga dipasang sebagai pemagar gedung legislatif itu. Beberapa petugas juga terlihat mengatur kondisi lalu lintas agar tidak macet.

banner 336x280

Koordinator aksi Ahmad Syarif mengatakan, massa yang turun untuk menyampaikan aspirasi penolakan UU Cipta Kerja tersebut sekitar 300 orang. Mereka adalah buruh serta mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumbar hingga masyarakat sipil.

“Kita sudah sering melakukan pertemuan dan konsolidasi menyangkut unjuk rasa ini. Sekarang, kita putuskan turun untuk menyampaikan aspirasi tentang UU Cipta Kerja ini,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, Polri bertugas menjaga keamanan dalam setiap kegiatan di masyarakat. DPRD Sumbar dipasang pagar kawat lantaran sebelumnya sudah pernah terjadi insiden perusakan barang saat aksi. “Pengamanan yang kami lakukan sesuai aturan yang digariskan dalam undang-undang,” ujar Imran.

Dengan pengamanan ketat tersebut, Imran tetap mengingatkan peserta aksi untuk tetap menjaga keamanan. Sehingga, tidak terjadi kerusuhan yang berujung merusak barang dan fasilitas Negara. “Barang negara itu milik masyarakat. Jadi kerugian bersama jika sampai ada yang rusak. Kita harus utamakan masyarakat dalam agar tidak menjadi korban,” pintanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sekarang Kota Padang berada di zona merah Covid-19. Untuk itu, ia meminta peserta aksi menjaga kesehatan dengan menggunakan masker. “Menjaga diri dan kesehatan tanggung jawab utama dalam hidup kita ini. Jangan sampai perkumpulan ini menjadi tempat penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan