Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Solok Selatan Tanggap Darurat Bencana hingga 27 Januari Nanti

Pos Komando yang didirikan BPBD Solsel sebagai tindaklanjut Surat Keputusan Bupati Solok Selatan Nomor 360.27-2024 tentang Pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Longsor di Kabupaten Solok Selatan. (Foto: Diskominfo Solsel)
89 pembaca

Solok Selatan | Datiak.com – Pemerintah Solok Selatan menetapkan status Solok Selatan tanggap darurat bencana. Hal ini sebagaimana dijelaskan lewat Surat Pernyataan Bencana Alam Nomor 360/13/PBA-SS/I-2024, yang ditandatangani oleh Bupati Solok Selatan, Khairunas.

Status Solok Selatan tanggap darurat bencana, sebagai sikap atas dampak hujan yang turun selama hampir 24 jam di Kabupaten Solok Selatan. Sejumlah bencana alam seperti banjir dan longsor terjadi di sana.

Dengan keputusan tanggap darurat bencana, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendirikan pos komando Solok Selatan tanggap darurat bencana alam ini, di Kawasan Perkantoran Solok Selatan.

Kalaksa BPBD Solok Selatan, Novi Hendrix, menyampaikan informasi terkait pendirian Pos Komando itu pada Kamis (18/1/2024). Katanya, pos komando bakal beroperasi hingga 27 Januari 2024. Hal itu sesuai SK Bupati Solok Selatan Nomor 360.27-2024.

“Pos ini menandakan status Solsel tanggap darurat bencana. Di sini, akan dilakukan kegiatan seperti pusat informasi bencana, penerimaan, dan penyaluran bantuan,” ungkap Novi.

Pos komando tersebut akan berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk berbagai kegiatan tanggap darurat. Jadi, operasinya sesuai jadwal yang telah ditetapkan, selama status tanggap darurat masih berlaku.

Adapun bencana alam yang melanda Solok Selatan mencakup meluapnya sejumlah sungai seperti Batang Suliti, Sungai Anak Lolo, Batang Sungai Rambun, Batang Sungai Kapur, Batang Bangko, Batang Lolo, Sungai Batang Kumengkiang, Batang Liki, Batang Sangir, Sungai Batang Hari, dan Batang Talantam.

Selain itu, longsor juga terjadi di beberapa titik, merusak saluran irigasi, pengaman parit sungai, tebing pengaman sungai, jalan, jembatan, rumah warga, dan fasilitas umum lainnya.

Novi Hendrix menekankan pentingnya kesiapsiagaan tim BPBD, “Kesiapsiagaan kita di tim BPBD sangat penting. Hal ini agar dapat bertindak cepat ketika terjadi bencana alam di daerah,” tandasnya.

Selain menghadapi situasi sungai yang meluap, pihak berwenang juga menghadapi tantangan dalam mengatasi longsor dan kerusakan fasilitas infrastruktur. (*)