Iklan Melayang
Iklan Melayang

Sistem Merit Mencegah Politisasi Karir ASN

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni saat menandatangani komitmen pencanangan piloting sistem merit pada instansi daerah, di Kantor Regional BKN Pekanbaru, Jumat lalu (5/2). (Foto: Humas)
banner 468x60

Padangpariaman | Datiak.com – Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan bahwa ASN kunci kemajuan pemerintahan. Untuk itu, sistem yang baik sangat penting dalam mamanajerial ASN. Hal itulah yang menjadi alasannya sangat mendukung sistem merit dalam memanajerial ASN.

Ali Mukhni menilai bahwa sistem merit berpedoman pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja ASN. Tentunya tanpa diskriminasi dalam melakukan penilaian kinerja. Tujuannya untuk merekrut ASN yang profesional dan berintegritas, serta mengisi jabatan-jabatan birokrasi pemerintah sesuai kompetensinya.

banner 336x280

Menurutnya, sistem tersebut juga dapat mempertahankan ASN melalui pemberian kompensasi yang adil dan layak. Lalu mengembangkan kemampuan ASN melalui bimbingan dan diklat serta melindungi karier ASN dari politisasi dan kebijakan yang bertentangan dengan prinsip merit (neptisme dan primordialisme).

“Dukungan kita dibuktikan dengan penandatanganan komitmen pencanangan piloting sistem merit pada instansi daerah Jumat lalu (05/02) di Kantor Regional BKN Pekanbaru,” kata Ali Mukhni di kantornya Senin (8/2).

Ia menjelaskan, penerapan sistem merit di instansi pemerintah, bakal diawasi oleh Komite ASN. Selain itu juga akan dilakukan penilaian secara rutin. “Kita diminta membangun database mengenai informasi penerapan sistem merit dalam manajemen ASN di instansi Pemkab Padangpariaman,” ungkapnya.

Katanya, ada delapan aspek sistem merit manajemen ASN yang tertuang dalam PermenPANRB Nomor 40 Tahun 2018 dan Peraturan Komite ASN Nomor 9 Tahun 2019. Mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan karir, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, pemghargaan dan disiplin, pelindungan dan pelayanan serta sistem informasi.

“Kategori hasil penilaian sistem ini dibagi atas kategori I dibimbing untuk mencapai kategori baik, kategori II dibimbing intensif untuk mencapai kategori baik, kategori III dapat diberi kesempatan untuk mengisi JPT dari talent pool dan rencana suskesi (apabila sudah membangun manajemen talenta) namun tetap berkoordinasi dengan KASN yang dievaluasi setiap tahun,” paparnya.

“Terakhir yaitu kategori IV, dapat diberi kesempatan untuk mengisi JPT dari talent pool dan rencana suskesi (apabila sudah membangun manajemen talenta). Namun, tetap berkoordinasi dengan Komite ASN yang dievaluasi setiap 2 tahun,” imbuhnya.

Ali Mukhni berharap, komitmen penerapan sistem yang transparan itu dapat berlangsung di Padangpariaman selamanya. “Kemajuan dan keberhasilan kerja pemerintah sangat bergantung kepada ASN. Makanya, sistem merit yang mengedepankan profesionalitas penting dalam manajemen ASN,” pungkas Ali Mukni. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan