Sidang Putusan Dugaan Korupsi Masjid Agung Solsel Digelar Hari Ini

  • Bagikan
Ketua Pengadilan Negeri Padang, Yoserizal, membenarkan bahwa sidang putusan dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan Solsel tahun 2018, dijadwalkan Rabu ini (14/10). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Sidang putusan dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan Solok Selatan tahun 2018, dijadwalkan bakal digelar Rabu ini (14/10). Sidang dengan terdakwa Bupati Solsel non aktif Muzni Zakaria tersebut, digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Padang.

“Iya, sidang putusan terhadap terdakwa Muzni Zakaria Insya Allah digelar besok (hari ini, Red). Terdakwa akan dihadirkan dalam sidang. Sedangkan jaksa dan penasihat hukum mengikuti sidang secara online,” kata Ketua Pengadilan Negeri Padang, Yoserizal, Selasa (13/10).

Katanya, sidang putusan dugaan korupsi itu digelar, guna membatasi jumlah orang dalam ruang sidang. Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam protokol pencegahan Covid-19. “Sidang dibatasi dan wajib menggunakan masker. Selain keluarga terdakwa dan awak media, tidak diperbolehkan masuk ruang sidang,” ungkap Yoserizal.

BACA JUGA:  Inspektorat Diminta Tindaklanjuti Arahan Presiden

Sedangkan Penasihat Hukum (PH) Muzni Zakaria, David Fernando, mengatakan bahwa pihaknya akan menghormati apapun keputusan majelis hakim. Kendati demikian, pihaknya tetap berharap putusan majelis hakim adalah putusan yang terbaik bagi kliennya.

“Seluruh fakta sudah terungkap di persidangan sebelumnya. Itu tentunya menjadi dasar pertimbangan majelis hakim memberikan putusan. Mudah-mudahan putusan majelis hakim besok (hari ini, Red), putusan yang adil,” harapnya.

Seperti diketahui, Muzni Zakaria terlibat hukum setelah dirinya diduga menerima pemberian berupa uang tunai, barang, dan uang pinjaman secara bertahap dari terpidana M Yamin Kahar. Dari hasil perhitungan JPU KPK, tindakan itu merugikan keuangan Negara sekitar Rp 3,375 miliar.

Namun, pada sidang pembelaan (pledoi) Rabu (30/9), Muzni membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima pemberian. Uang yang ditudukan sebagai pemberian atau gratifikasi senilai Rp 3,2 miliar, merupakan pinjamannya kepada M Yamin Kahar yang didasarkan pada satu akta notaris.

BACA JUGA:  Berikut Strategi Padangpariaman Waspadai Virus Corona

Sedangkan uang senilai Rp 175 juta lagi, katanya pinjaman pribadi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Solsel, Hanif Rasimon, kepada Suhandana Peribadi alias Wanda, yang merupakan anak buah terpidana M Yamin Kahar. Muzni pun membantah kesaksian Hanif, yang menyebut dirinya memberikan restu untuk meminjam uang senilai Rp 175 juta tersebut. (da.)

  • Bagikan