Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Sarana Internet Sekolah di Mentawai Masih Minim

  • Bagikan
Murid SD di salah satu kawasan pedalaman Mentawai berkumpul dalam suatu kegiatan. Kini, pendidikan di Mentawai masih terkendala minimnya sarana internet sekolah. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Ketersediaan sarana internet sekolah dasar (SD) di Kepulauan Mentawai masih sangat minim. Sehingga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Mentawai terkendala memastikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Terlebih di masa pandemi ini, kebutuhan internet sangat penting demi kelancaran proses pendidikan.

Informasi yang dihimpun Datiak.com, sampai saat ini sekolah tatap muka atau belajar dalam kelas, belum diberlakukan di Kepulauan Mentawai. Sekarang, di Bumi Sikerei proses pendidikan berlangsung dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring (dalam jaringan.

Artinya, para peserta didik di sana, masih belajar di rumah secara daring (dalam jaringan) ataupun luring (luar jaringan).

“Jumlah SD di Kepulauan Mentawai ini sebanyak 134 SD. Terdiri dari 127 SD Negeri, sedangkan 7 lagi. Dominan SD-SD ini tidak memiliki akses internet, ungkap Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Mentawai, Emilia Butar Butar, Kamis (17/9).

Padahal, imbuhnya, internet merupakan sarana komunikasi dan informasi penting untuk kelancaran pendidikan. Terutama ketika akan update (pembaharuan), unggah (memasukan) dan transfer data sekolah. “Sekarang, sekolah-sekolah kita yang ada di pedamalam Kepulauan Mentawai, mengandalkan akses internet yang terdapat di Puskesmas Pembantu (Pustu),” ujarnya.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan adalah bidang yang sangat membutuhkan sarana informasi dan telekomunikasi cepat, seperti internet. Artinya, kedua bidang itu sudah sepantasnya diprioritaskan kebutuhan internetnya.

“Kami sudah sering mengusulkan kebutuhan sarana internet sekolah di sini. Hanya saja, sampai sekarang belum terakomodir. Kami juga tidak tahun kenapa demikian, mungkin bisa ditanyakan kepada pihak yang berkompeten di bidangnya,” ucap Emilia.

Sekarang, pihaknya hanya bisa berharap sarana vital di bidang pendidikan tersebut dapat dipriotitaskan. Sebab, di zaman yang modern ini, segala proses administrasi kependidikan, dirancang dengan sistem berbasis online. “Kami berharap sarana internet sekolah dijadikan prioritas. Setidaknya dilakukan pemenuhan kebutuhan itu secara bertahap,” harapnya.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepulauan Mentawai, Heri Robertus, tidak menampik kondisi tersebut. Untuk itu, sampai saat ini pihaknya terus berupaya keras berkoordinasi dengan Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Kami sedang melakukan berkoordinasi dengan pihak BAKTI, untuk mendapatkan perhatian dan bantuan akses internet di seluruh sekolah di Mentawai. Mudah-mudahan upaya ini berhasil dan cepat terealisasi,” katanya. (da.)

  • Bagikan