Iklan Melayang
Iklan Melayang

Sanksi Perda AKB Sumbar Dipastikan Tidak Pandang Bulu

  • Bagikan
Pjs Bupati Solsel, Jasman Rizal, saat sosialisasi sekaligus membagikan masker di Pasar Muara Labuh. Ia memastikan sanksi Perda AKB Sumbar diterapkan di Solsel, Senin (12/10). (Foto: Humas)
banner 468x60

Solok Selatan | Datiak.com – Ketua Tim III Sosialisasi Perda AKB Sumbar, Insannul Kamil, memastikan bahwa Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tidak akan tebang pilih. Artinya, siapapun yang melanggar, bakal dikenai sanksi Perda AKB Sumbar tersebut. Meskipun ia seorang kepala daerah atau tokoh besar di Sumbar ini.

Insannul menjelaskan, saat ini tidak ada daerah zona hijau di Sumbar. Sebab, 4 daerah berstatus zona merah, 12 daerah zona oranye, dan 3 daerah di Sumbar berstatus zona kuning. Jadi, upaya maksimal sangat penting untuk menerapkan Perda AKB.

banner 336x280

“Sanksi kepada pelanggar diberlakukan secara berjenjang. Mulai lisan, tertulis, denda hingga sanksi ditahan selama dua hari di penjara. Tidak ada tebang pilih dalam penerapan aturan ini. Semua kedudukannya sama termasuk perlakuan terhadap pejabat maupun bupati,” tegas Wakil Rektor III Universitas Andalas itu.

Menurutnya, mengubah perilaku masyarakat memang tidaklah mudah. Meskipun setiap informasi disajikan melalui media televisi, media cetak ataupun media daring (dalam jaringan). Padahal, masyarakat juga sudah tahun korban jiwa akibat Covid-19 terus bertambah.

“Perda AKB ini diharapkan bisa memberikan spirit kesetiakawanan. Jangan dihukum orang yang terkena Covid-19, karena bukanlah aib,” pungkasnya.

ASN Harus Beri Contoh

Sedangkan di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Pemkab Solsel menjadwalkan penerapan sanksi Perda AKB Sumbar, Senin (12/10). Seluruh ASN di sana pun diminta menjadi contoh dalam penerapan peraturan tersebut. Hal itu ditegaskan Pjs Bupati Solsel, Jasman Rizal, saat mengunjungi Pasar Muara Labuh, Kamis (8/10).

“ASN dan guru merupakan pelopor atau panutat masyarakat. Jadi mereka harus menjadi agen menyampaikan Perda AKB. Jadi, jangan sampai ada ASN yang justru melanggar,” kata Jasman.

Dalam sosialisasi di Pasar Baru Muara Labuh, ia masih melihat adanya warga yang tidak memakai masker. Namun, Jasman menilai masyarakat di sana sudah mulai mengetahui keberadaan Perda AKB. “Senin depan (12/10), kita akan mulai menerapkan Perda AKB di Solsel. Bagi masyarakat yang melanggar akan diberikan sanksi,” tegasnya.

Katanya, Pemkab Solsel secara masif telah melakukan sosialisasi penerapan Perda AKB. Yakni dengan melibatkan semua lini, dengan membentuk lima tim yang diperkuat Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda).

“Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama ini kurang efektif. Sebab tidak ada sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol Covid-19. Kalau Perda AKB ini, bisa memberikan rasa aman hingga rasa kejut kepada pelanggarnya. Walau begitu, sanksi Perda AKB bukanlah kriminalisasi, melainkan wujud edukasi,” hematnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan