Iklan Melayang
Iklan Melayang

Pupuk Subsidi di Pasaman Dipertanyakan

  • Bagikan
Sejumlah kelompok tani menyampaikan protes soal penyaluran pupuk subsidi di Dinas Pertanian Pasaman. Mereka menilai adanya kios penyalur penyalur pupuk subsidi di Pasaman yang membandel, sehingga merugikan petani. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Pasaman | Datiak.com – Penyaluran pupuk subsidi dipertanyakan sejumlah pengurus kelompok tani di Kecamatan Padanggelugur. Termasuk penetapan harga eceran tertinggi (HET). Sebab, sejumlah kelompok tani di sana menilai adanya kios penyalur pupuk subsidi di Pasaman yang ‘bandel’.

Protes soal penyaluran pupuk subsidi di Pasaman itu, dilayangkan ke Dinas Pertanian Pasaman, kemarin. Ada beberapa poin keberatan yang disampaikan kelompok tani. Pertama menyangkut penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran. Lalu, jangka waktu yang tidak sesuai dengan jadwal dijanjikan kios penyalur.

banner 336x280

Para petani itu juga protes soal uang penebusan, yang diminta lebih dahulu kepada setiap kelompok, dengan alasan untuk menebus pupuk yang akan disalurkan kepada kelompok. Kejadian ini sudah mereeka rasakan sejak tahun 2013.

Hal ini seperti disampikan Ketua Kelompok Tani Berkah Padi Rajo Amin. Katanya, persoalan pupuk sudah sering terjadi di kalangan anggota kelompok tani. Akibatnya, masa tanam para anggota kelompok tani di Jorong Binubu Kubugadang, lalu Jorong Rambah, Nagari Sontang Cubadak selalu terganggu. Kondisi itu sudah pasti merugikan para anggota kelompok.

”Padahal biaya penebusan pupuk terlebih dahulu sudah diberikan kepada pihak kios. Sementara saat distribusi selalu terlambat dan tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani Serumpun Padi, Ali Asran, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat keberatan kepada Dinas Pertanian Pasaman, terkait penyaluran pupuk yang dilakukan oleh salah satu kios pupuk di daerah itu.

”Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, tentunya merugikan para kelompok tani di Jorong Binubu dan Kubugadang, Nagari Sontang Cubadak ini,” tegasnya.

Pihaknya meminta agar dinas terkait dan pihak berwenang menegur oknum pemilik kios tersebut. Sebab, tindakannya dinilai sudah merugikan masyarakat dan menghambat masa tanam, sehingga berefek pada hasil produksi padi nantinya.

Masih Belum Dapat Pupuk

Sementara itu, salah seorang pengurus Kelompok Tani Pasonang Roha, Nagari Bahagia Aswin mengatakan, sangat menyayangkan terhadap kondisi pupuk saat ini khususnya masalah mendapatkan pupuk NPK jenis Phonska dan harga HET yang diluar batas kewajiban.

Hingga hari ini, Aswin mengakui masyarakat petani di daerahnya belum mendapatkan pupuk NPK jenis Phonska. Sebab kios di nagari sendiri pupuk Phonska tidak ada. Jika pun ingin mendapatkannya terpaksa harus membeli di kios lain dengan harga Rp 170 ribu hingga Rp 200 ribu per karung.

Masyarakat petani berharap agar pihak dinas terkait dan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida menelusuri ke bawah agar tahu lebih jelas dimana letak kesalahannya.

Respons Dinas

Menanggapi itu, Kepala Bidang Sasparas Dinas Pertanian Pasaman Rohuli Latif sangat menyayangkan persoalan tersebut. Untuk menyikapi ini, pihaknya dalam waktu dekat akan turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan terkait aspirasi dari beberapa kelompok tani tersebut.

”Dalam waktu dekat, kita selidiki dulu apakah benar persoalan ini. Jika benar tentunya kita surati pihak yang berwenang. Bisa saja diberhentikan dan diganti sebagai mitra kerja oleh distributor pupuk,” katanya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan