Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Puluhan Pelaku Usaha di Pariaman Tak Patuhi Protokol Kesehatan

  • Bagikan
Tim Satgas Covid-19 ketika menegur pelaku usaha di Pariaman yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. (Foto: Istimewa)

Pariaman | Datiak.com – Sebanyak 30 pelaku usaha di Pariaman, ditegur Tim Satgas Covid-19 karena tak patuh terhadap ketentuan Perda Nomor 6 Tahun 2020, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satunya dengan tidak menyediakan sarana protokol kesehatan di tempat usahanya.

Kepala SatpolPP Pariaman Elfis Candra mengatakan, selama tiga hari terakhir Tim Satgas Covid-19 Pariaman meninjau pelaku usaha, rumah makan dan restoran di Pariaman. Hasilnya, sebanyak 30 tempat usaha ditegur keras, karena belum juga menyediakan fasilitas protokol kesehatan.

Selain itu, imbuhnya, mereka juga tidak mematuhi protokol kesehatan, karena tidak menjaga jarak antara satu kursi dengan kursi yang lainnya. “Penegakan Perda AKB ini bagian upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saya harap warga dan pelaku usaha taatilah aturan yang tujuannya untuk kebaikan bersama,” pinta Elfis.

Jika sudah diteguran tidak juga mengindahkan, ia mematikan tim akan memberlakukan denda administrasi kepada pelaku usaha sesuai ketentuan Perda AKB. Menurutnya, penegakan Perda AKB itu akan memberi efek jera kepada pelaku usaha.

Seperti diketahui, imbuhnya, dalam Perda AKB sanksi administrasi berupa denda bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, bisa mencapai Rp 25 juta. Jika tidak mampu membayar denda, pelaku usaha bisa dikenakan sanksi kurungan penjara maksimal 3 bulan.

“Kami berharap warga jangan mau terpengaruh hoaks yang menyebut Covid-19 itu konspirasi atau penyakit yang sebenarnya tidak ada. Kita harus pahami bahwa daerah kita kini berstatus zona merah atau rentan penyebaran Covid-19,” katanya.

Elfis turut menjelaskan bahwa masih ada perorangan yang melanggar protokol kesehatan di Kota Pariaman. Rabu (14/10), ditemukan sebanyak 15 orang pelanggar. 13 di antaranya melaksanakan sanksi kerja sosial, sedangkan dua orang lainnya memilih dikenakan sanksi administrasi Rp 100 ribu.

“Para pelanggar protokol kesehatan ini terjaring razia di depan Balai Kota Pariaman. Mereka kedapatan menggunakan kendaraan dan berjalan tanpa mengenakan masker,” ungkap Elfis.

Tingkat Pelanggaran

Sejak diterapkan sanksi Perda AKB di Kota Pariaman Senin (12/10), Elfis menjelaskan jumlah pelanggar protokol kesehatan di Pariaman memang mengalami penurunan. Buktinya, pada Senin (12/10), total pelanggar protokol kesehatan tercatat sebanyak 62 orang. 15 orang memilih sanksi denda, dan 47 orang sanksi kerja sosial.

Sedangkan Selasa (13/10), total pelanggar menurun menjadi 48 orang. 47 orang disanksi kerja sosial, satu orang lagi membayar denda. Jadi, kini tercatat jumlah pelanggar protokol kesehatan di Kota Tabuik itu sebanyak 125 orang. (da.)

  • Bagikan