Selasa, 20 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Program Padang Pariaman Religius Visi Bupati, Pesantren Minta Dukungan

Asisten II Pemkab Padang Pariaman, Zainil, dalam acara penyerahan ijazah beberapa santri di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah. (Diskominfo Padang Pariaman for DatiakFoto)
362 pembaca

Padang Pariaman | Datiak.com – Program Padang Pariaman Religus salah satu fokus Pemkab Padang Pariaman yang dipimpin Suhatri Bur-Rahmang. Hal ini diungkapkan Asisten II Pemkab Padang Pariaman, Zainil, dalam acara penyerahan ijazah beberapa santri di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah, Korong Buluah Kasok, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto.

Zainil mengemukakan bahwa misi daerah untuk merealisasikan Padang Pariaman Berjaya salah satunya dengan menyukseskan Program Padang Pariaman Religius. Untuk sampai dan merealisasikan misi itu, ujarnya, diperlukan andil dari rakyat. Antara lainnya karena ada pondok-pondok pesantren dan beberapa rumah tahfizh yang diatur oleh rakyat.

“Padang Pariaman dulunya yaitu sarang ulama, banyak ulama yang lahir dan ada dari Padang Pariaman. Sebab itu semangat ini mesti kita gelorakan kembali, pondok pesantren yaitu tempatnya, tempat cetak beberapa ulama itu,” ujarnya.

Zainil merinci, untuk memberi dukungan program Padang Pariaman religius itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman lewat Baznas memprogramkan beasiswa pada pelajar yang berprestasi. Termaksuk buat beberapa penghafal Al Quran.

Terkhusus buat santri yang terima ijazah tersebut, ia mendorong agar terus menuntut pengetahuan karena menuntut pengetahuan itu tuntutan agama. Terlebih lagi zaman kini dunia bertambah banyak tantangannya.

“Jadilah kebanggaan orang tua dan kebanggaan agama, dan mendukung suksesnya program Padang Pariaman religius,” ajak Zainil.

Sedangkan Kepala Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Syaiful mengemukakan, santri yang bakal terima ijazah sekitar 11 orang. Katanya, jika tenaga pendidik di pondok yang dikepalainya itu sekitar 25 orang guru sukarela.

Sebab itu ia mengharapkan, terhadap Kemenag Padang Pariaman dan pemerintah daerah untuk sedikit melihat dan ada perhatian perihal stimulannya. Demikian pula dengan tempat prasarana dan mobiler untuk keperluan proses evaluasi.

“Dengan guru sukarela dan layanan seadanya dengan semangat proses lulusan masih tetap jalan. Akan tetapi di depan mengharapkan ada kontribusi dan juluran tangan pemerintah ataupun jejeran Kemenag,” jelasnya. (da.)