Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Permintaan Ikan Asin Mentawai Kembali Melonjak

  • Bagikan
Jurnalis Datiak.com, Sabarial, saat melihat proses penjemuran ikan asin Mentawai yang diproduksi di Tuapejat. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Permintaan ikan asin Mentawai kembali bergeliat, setelah aktivitas transportasi kapal Padang-Mentawai kembali normal. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai sempat menerbitkan kebijakan karantina lokal. Sehingga, orang atau wisatawan tidak dapat masuk ataupun keluar di sana.

Tidak hanya itu, warga Mentawai juga tidak bisa keluar daerah, guna mengantisipasi terpapar Covid-19. Memang, Pemkab Kepulauan Mentawai masih mengizinkan keluar-masuk kebutuhan pokok di Bumi Sikerei tersebut.

Seperti kebanyakan kebijakan, meskipun ditujukan untuk keselamatan masyarakat, tentunya ada dampak-dampak merugikan yang harus ditanggung. Salah satunya soal penjualan ikan asin yang merosot pasca karantina lokal tersebut. Khususnya di Tuapejat yang merupakan Ibu Kota Kepulauan Mentawai.

BACA JUGA:  Stadion Utama Sumbar Ditarget Rampung Akhir Oktober

“Maret sampai September, penjualan ikan asin yang kita produksi memang sangat sedikit. Sehingga, ikan asin kita yang tidak terjual itu, sering terbuang karena membusuk,” ungkap Upik (45 tahun), salah seorang pedagang ikan asin di Tuapejat, Senin (16/11).

Untungnya, imbuh Upik, kondisi tersebut mulai normal sejak Oktober 2020. Sebab, transportasi atau kapal Padang-Mentawai sudah kembali normal. “Alhamdulillah, setiap kapal masuk dari Padang ke Tuapejat ini, penjualan ikan asin kami sudah sekitar 5 hingga 10 kilogram,” ujar Upik.

Mayoritas pembelinya sekarang, kata Upik, yaitu para pengunjung ataupun warga Bumi Sikerei yang hendak pergi ke Padang. Ikan asin dijadikan pilihan buah tangan atau oleh-oleh, karena banyak di sukai orang-orang luar Mentawai.

BACA JUGA:  Ali Mukhni Jago Lobi, Ekonomi Padangpariaman Tumbuh Sangat Baik

“Ikan asin di sini diminati memang karena lebih berkualitas. Rasanya juga lezat apabila dibanding ikan asin luar Mentawai. Itu saya dengar langsung dari para pembeli,” ungkapnya.

Menurutnya, pendapat pembeli atau peminat ikan asin di Mentawai tersebut ada benarnya. Sebab, ikan asin di “Surga Peselancar Dunia” tersebut tidak hanya menggunakan ikan segar, tetapi juga ikan berkualitas ekspor. Misalnya ikan giant traveli, kerapu karang, dan gole-gole.

“Kami membanderol ikan asin yang kami jual ini menjadi dua harga. Yakni harga Rp 110 ribu per kg dan Rp 80 ribu per kg. Pengelompokan harga itu tentunya berdasarkan jenis ikan asinnya,” pungkas Upik. (da.)

  • Bagikan