Pelanggar Protokol Kesehatan di Padang Diberi Dua Pilihan Sanksi

  • Bagikan
Para pelanggar protokol kesehatan di Kota Padang yang terjaring razia SatpolPP Padang, tampak menjalani sanksi sosial dengan membersihkan fasilitas umum selama 30 menit. (Foto: Dok Humas SatpolPP Padang)

Padang | Datiak.com – Pelanggar protokol kesehatan di Kota Padang terjaring razia SatpolPP Padang, Senin (12/10). Jumlahnya sebanyak 15 orang. Kesalahan mereka karena tidak menggunakan masker ketika beraktivitas. Hal itu disampaikan oleh Kepala SatpolPP Padang, Alfiadi.

“Memang kita akui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat itu membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 itu perlu waktu yang lama,” hemat Alfiadi.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya telah membawa masker ketika keluar rumah. Hanya saja, mereka tidak memakainya dan malah menyimpan di saku atau kantong celana. Mereka baru menggunakan alat pelindung mulut tersebut, ketika mengetahui ada razia.

“Itu sebenarnya yang ingin kami ubah, sehingga masyarakat dalam menggunakan masker itu bukan karena razia, tapi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

BACA JUGA:  Geliatkan UMKM, Pemko Sawahlunto Buat Toko Online

Terkait 15 orang yang terjaring razia Senin (12/10), Alfiadi menjelaskan bahwa mereka kedapatan tidak memakai masker. Ke-15 orang pelanggar protokol kesehatan tersebut, terjaring razia di kawasan GOR H. Agus Salim Padang, Pasar Lubuk Buaya dan Tabing.

Hanya saja, pihaknya tidak langsung memutuskan sanksi kepada para pelanggar tersebut. Mereka diberikan dua pilihan sanksi. Yakni kerja sosial selama 30 menit atau denda sebesar Rp 100 ribu. Ke-15 pelanggar tersebut ternyata lebih memilih melakukan kerja sosial, dengan membersihkan fasilitas umum selama 30 menit. Mereka dipasangkan rompi bertuliskan pelanggar Perda AKB.

Imbauan DPRD Padang

Realita masih banyaknya warga Padang yang tidak menggunakan masker, turut disorot DPRD Padang. Namun, penilaian kalangan legislatif tersebut juga sama dengan Alfiadi. Yakni kebanyakan warga yang tidak menggunakan masker, sebenarnya membawa masker ketika beraktivitas di luar rumah.

BACA JUGA:  Antisipasi Kejahatan Kontijensi karena Dampak Corona

“Kita banyak melihat, mereka membawa masker, namun tidak memakainya. Masker itu disimpan saja di dalam saku atau di dalam tas,” hemat Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry.

Melihat kenyataan itu, Azwar Siry mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan masker sebagai bagian dari kehidupan mereka. “Memakai masker penting bagi kita melindungi diri agar tidak tertular,” ucap Azwar.

Menurutnya, hal ini harus betul-betul dipahami masyarakat, bagaimana mereka sadar sehingga menjadikan kebiasaan memakai masker menjadi kebutuhan dalam hidupnya. Dia pun berharap sosialisasi, edukasi dan razia terhadap protokol kesehatan harus terus dilakukan, sehingga memakai masker bisa membudaya di masyarakat. (da.)

  • Bagikan