Pantai Jati, Sajikan Sunset di Ufuk Barat Samudera Hindia

  • Bagikan
Pesona Sunset Pantai Jati Tuapejat
Salah seorang wisatawan, saat menikmati keindahan sunset di Pantai Jati Tuapejat. (Foto: IG ramadhanii_sr)

Kabupaten Kepulauan Mentawai dianugerahi kekayaan wisata bahari nan menawan. Salah satunya, Pantai Jati Tuapejat. Di sana pengunjung bisa menikmati keindahan matahari tenggelam dari ufuk barat Samudera Hindia. Seperti apa keindahannya?

JIKA berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Mentawai tepatnya ke Tuapejat, tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Pantai Jati Tuapejat. Bentangan pasir putih nan indah, serta pemandangan bawah laut yang menawan, menjadi nilai plus dari objek wisata tersebut.

Lokasi pantai tersebut terbilang sangat dekat dari pelabuhan atau Dermaga Tuapejat. Waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 10 menit hingga 15 menit dengan kendaraan dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer. Jadi, Pantai Jati sangat tepat bagi wisatawan yang hanya sehari berada di Tuapejat.

Pantai Jati ini masih satu jalur dengan Pantai Mapaddegat. Untuk masuk kawasan, hingga saat ini belum ada dipungut bayaran alias gratis. Pantai Jati berada persis menghadap Samudera Hindia. Kilauan bak kuning emas dari pantulan cahaya matahari yang tenggelam di ufuk barat kian terlihat mempesona di antara tanjung Pantai Jati dan Pulau Awera.

Pengunjung seakan-akan tidak akan pernah merasa puas menyaksikan keindahan karunia Tuhan itu. Hal ini seperti disampaikan salah seorang pengunjung asal Kota Padang, Mebri (38 tahun). Setiap kali ke Bumi Sikerei tersebut, dirinya selalu mengunjungi Pantai Jati. Sebab, ia merasa terpikat dengan keindahannya.

Baginya, Pantai Jati sangat cocok dijadikan tempat berlibur bersama keluarga tercinta, sembari berenang di pantai dan menunggu terbenamnya mentari di ufuk barat. Ia mengaku sangat mengagumi kejernihan air laut di Pantai Jati tersebut. Hal itulah yang membuatnya selalu mengisi waktu senggang atau libur di sana.

“Setiap berlibur ke Mentawai, saya tidak pernah melewatkan indahnya matahari terbenam di Pantai Jati. Saya merasakan sensasi yang menenangkan hati. Keindahannya membuat saya dapat menghilangkan lelah usai seharian bekerja. Pantai ini memang cocok untuk berwisata bersama keluarga,” jelasnya.

Namun dengan keindahan yang ditawarkan, ia menilai perlu penataan yang lebih spesifik terhadap kawasan pantai tersebut. Sehingga, pengunjung betul-betul bisa merasakan sensasi indahnya pantai itu. Misalnya soal parkir kendaraan yang belum tertata dengan baik.

“Nah, kalau ini betul-betul ditata, tentu akan lebih memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang. Apalagi, kawasan Pantai Jati ini memang sangat nyaman dan jauh hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang,” ungkapnya.

Pengunjung lainnya, Beni (40 tahun), menilai Pantai Jati sudah menjadi salah satu ikon wisata di Mentawai terutama di Tuapejat, selain Pantai Mapaddegat. Sebab, menurutnya setiap wisatawan yang datang ke Tuapejat atau Mentawai, belumlah lengkap tanpa berkunjung ke Pantai Jati.

“Berkunjung ke Tuapejat, belumlah lengkap tanpa menyaksikan sensasi kerennya matahari terbenam di pantai ini. Selain dapat rehat di hari libur, kawasan pantai ini memiliki sensasi yang cukup mempesona. Terlebih jelang tenggelamnya matahari,” katanya.

Menurutnya, sembari menunggu tenggelamnya matahari, pengunjung juga disuguhi beragam kuliner di kawasan tersebut. Seperti es cendol, martabak mesir dan kelapa muda yang disediakan oleh warga setempat. Sehingga, pengunjung semakin betah di sana.

“Harga kulinernya pun tidak akan menguras isi dompet, karena dijual relatif terjangkau. Di samping itu, pengunjung juga dapat menyaksikan aktivitas para pecinta olahraga snorkeling dengan berjalan kaki di sepanjang pasir putih Pantai Jati,” jelas Beni.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Mentawai, Joni Anwar, mengatakan bahwa Pantai Jati Tuapejat termasuk salah kawasan wisata pantai bersama dengan kawasan Mapaddegat yang dikenal dengan istilah Mentawai Boulevard. Dari kawasan Jati hingga Pantai Mapaddegat sudah ada grand design-nya.

“Dari Pelabuhan Dermaga Tuapejat lalu Jati dan Pantai Mapadeggat, sesungguhnya sudah ada grand design-nya. Di mana kawasan wisata Jati-Mapadeggat itu pada bagian ujung dari pengembangan kawasan Mentawai Boulevard itu,” ungkap Joni Anwar.

Hanya saja, karena kondisi pandemi saat ini, belum bisa dieksekusi. Pada intinya, kata dia, penataan  kawasan wisata dari Pelabuhan Tuapejat-Jati-Mapaddegat sudah sudah ada perencanaannya. Kendalanya, saat ini juga belum ada investor yang mau menginvestasikan untuk kawasan tersebut. (da.)


Baca berita Mentawai hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan