Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pantai Aiemanih, Kehindahan Alam yang Dibalut Legenda Kejam

  • Bagikan
Pantai Aiemanih 2021
Batu Malin Kundang di Pantai Aiemanih, Kota Padang. Legenda batu berbentuk orang sujud ini, sudah sangat terkenal dengan cerita si anak durhaka. (Foto: Istimewa)

Pantai Aiemanih terletak sekitar 10 km arah selatan dari pusat Kota Padang. Tepatnya di belakang Gunung Padang, di Kecamatan Padang Selatan. Pantai ini merupakan salah satu tujuan wisata populer yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Seperti apa keindahannya?

Sebelum menuju kawasan ini, pengunjung juga bisa melewati Jembatan Siti Nurbaya dan kawasan bekas kuburan China. Pulau terdekat ke Pantai Aiemanih adalah Pulau Pisang Kecik dan Pulau Pisang Besar. Khusus Pulau Pisang Kecik bisa dicapai dengan jalan kaki saja apabila air laut sedang surut. Sedangkan Pulau Pisang Besar harus menggunakan kapal kecil atau biduak dengan jarak tempuh kurang lebih 5-10 menit.

Selain keindahan pantai dan lautnya, kawasan ini juga terkenal dengan cerita legenda Malin Kundang. Cerita yang mengisahkan seorang anak yang durhaka pada ibunya. Karena marah, ibunya mengutuk Malin Kundang menjadi batu. Pemko Padang juga membuat replika tubuh Malin Kundang yang tengah bersujud dan menjadi batu di objek replika kapal Malin Kundang.

Legenda Malin Kundang Anak Durhako ini menjadi daya tarik tersendiri. Ceritanya dahulu Si Malin ini  tumbah dan besar di kampung nelayan di sekitar Pantai Aiemanih. Setelah dewasa dia pergi merantau. Dan saat sudah sukses dan kaya, dia kembali ke kampung halamannya.

Sayangnya sewaktu bertemu dengan ibu kandungnya di kampung, dia tidak mau mengakui ibunya sendiri. Karena sedih dan marah, Si Ibu mengutuk Si Malin menjadi batu. Sejak sejak saat ini Si Malin berubah menjadi batu dan tidak bisa pergi merantau lagi.

Kalau dulu untuk mencapai Pantai Aiemanih butuh waktu yang lama dan melewati jalan yang kecil, curam, jelek. Sejak beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kota Padang sudah membuat jalan alternatif yang lebih lebar, lebih bagus dan lebih dekat melewati Jembatan Siti Nurbaya sambil melihat pemandan-gan yang indah ke arah Samudera Hindia.

Saat ini, kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di Pantai Aiemanih di antaranya mandi di pinggir pantai, bermain selancar, menyewa perahu ke Pulau Pisang Kecil, menyewa motor ATV atau hanya beristirahat sambil minum air kelapa muda di gazebo-gazebo yang tersedia di sepanjang Pantai Aiemanih.

Setiap hari Minggu dan hari libur nasional, jalan yang menghubungkan Jembatan Siti Nurbaya dan Batu Malin Kundang akan dipenuhi oleh warga Kota Padang yang berolahraga pagi seperti bersepeda/gowes, jogging atau hanya sekadar berjalan santai bersama teman-teman atau keluarga. Bagi yang suka kuliner, di sepanjang jalan tersebut tersedia warung-warung makan dan minuman dengan pemandangan yang indah ke arah laut.

Objek wisata ini dilengkapi fasilitas umum yang memadai. Seperti toilet, tempat beribadah dan tentunya area parkir, baik kendaraan roda 2 hingga roda 4. Untuk kuliner, cukup banyak kantin atau warung yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Tak terkecuali pedagang kaki lima atau pedagang keliling. Salah satu menu andalan destinasi ini adalah kelapa muda.

Ombak di Pantai Aiemanih pada waktu tertentu cukup tinggi sehingga bisa dimanfaatkan oleh para surfer berselancar. Disamping itu, bagi penyuka olahraga yang memancing adrenalin juga tersedia jasa paralayang dengan didampingi kru yang berpengalaman dan terlatih.

Ketua Asita Sumbar Arlan Dikusnata menyampaikan saat ini kawasan Pantai Aiemanih sudah kembali dibuka. Sebelumnya ditutup karena Padang masih level IV PPKM. “Pantai Aiemanis sudah buka dan harpaan kita pengunjung terus bertadatangan,” katanya.

Menurut Arlan kebangkitan pariwisata Padang seperti Pantai Aiemanih juga akan membangkitkan dan mengerakkan perekonomian Padang, terutama bagi pelaku wisata dan masyarakat di sekitar pantai. (da.)


Temukan berita Padang hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan