Nagari Rawan Bencana di Padangpariaman Dibina

  • Bagikan
nagari rawan bencana di Padangpariaman
Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya ketika membuka Rakorpem KSB dan F-PRB se-Padangpariaman. Rakorpem itu ditujukan untuk memperkuat koordinasi mitigasi kebencanaan di nagari rawan bencana di Padangpariaman. (Foto: Humas Pemkab Padangpariaman)

Padangpariaman | Datiak.com – Nagari rawan bencana di Padangpariaman mendapatkan pembinaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman, serta BPBD Provinsi Sumatera Barat. Pembinaan itu dilaksanakan di halaman kantor BPBD Padangpariaman, Komplek TK/SD Unggul Terpadu, Senin (21/6).

Dalam Rapat Koordinasi Pembinaan (Rakorpem) tersebut, hadir Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) se-Kabupaten Padangpariaman. Diharapkan KSB dan F-PRB yang telah dibentuk di nagari-nagari di Ranah Saiyo Sakato tersebut, mampu memperkuat ikatan koordinasi ke depannnya dalam mitigasi kebencanaan nantinya.

Selain itu, dalam rakorpem tersebut juga tampak para relawan atau penggiat kebencanaan se-Padangpariaman. Di antaranya Tagana, Palang Merah Indonesia, Pramuka, Komite Nasional Pemuda Indonesia, Mahasiswa Pecinta Alam, Pemuda Pancasila, Senkom Mitra Polri, dan KNPI, RAPI. Para relawan ini juga bagian dari F-PRB Padangpariaman.

BACA JUGA:  PDP Pertama di Sawahlunto Meninggal

Rakorpem itu dilaksanakan dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan, guna mencegah pennyebaran Covid-19. Mulai dari mewajibkan setiap peserta menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak selama berlangsungnya kegiatan.

Rakorpem yang dimoderatori Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Padangpariaman, Wirman tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman, Budi Mulya. Dalam kesempatan itu, Budi berharap agar peserta rakorpem bisa mendengarkan dengan baik pemaparan narasumber, yakni Suri Hamdazir yang didatangkan dari Pusdalops BPBD Provinsi Sumbar.

Kurangi Dampak di Nagari Rawan Bencana di Padangpariaman

Kalaksa BPBD Padangpariaman Budi Mulya menjelaskan, rapat koordinasi dengan pemangku penanggulangan kebencanaan di Padangpariaman, sudah menjadi agenda rutin BPBD Padangpariaman. Hal itu ditujukan untuk memperkuat koordinasi untuk penguatan peran seluruh stakeholder kebencanaan tersebut.

BACA JUGA:  Wakil Ketua DPRD Padang Kurang Enak Badan Dipanggil Polisi

“Seperti kita ketahui, daerah kita ini memiliki tingkat dampak bencana yang cukup tinggi. Pasalnya, banyak masyarakat kita yang tinggal di nagari rawan bencana di Padangpariaman. Di antaranya di dekat kawasan pantai, kaki bukit, serta aliran sungai,” hemat Budi.

Untuk itu, rakorpem tersebut diadakan agar KSB dan F-PRB yang telah dibentuk di nagari-nagari dengan tingkat risiko tinggi terdampak bencana, dapat menjadi ujung tombak edukasi mitigasi kebencanaan di nagari rawan bencana di Padangpariaman nantinya. “Jadi mengedukasi masyarakat soal mitigasi tugas besar yang harus kita lakukan secara optimal,” hemat Budi.

Ia menjelaskan kembali bahwa Padangpariaman yang sudah masuk project penyusunan dokumen rencana kontingensi (renkon) oleh BNPB, harus semakin memperkuat koordinasi kebencanaan hingga tingkat nagari. Begitupun dalam hal mengedukasi tentang mitigasi kebencanaan.

BACA JUGA:  Ali Mukhni Siap Fasilitasi Kejurnas Tiap Tahun

“Semoga rapat koordinasi sekaligus pembinaan ini bisa mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan. Selain itu, semakin memperkuat koordinasi kita ke depannya,” tukas Budi. (da.)


Temukan berita Padangpariaman hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan