Iklan Melayang
Iklan Melayang

Padangpariaman Rawan Bencana karena Dekat Laut dan Gunung

  • Bagikan
Padangpariaman rawan bencana, sehingga Wabup Padangpariaman Rahmang meninjau seluruh kelengkapan peralatan mitigasi bencana usai Apel Gabungan Siaga Bencana dalam rangka HKB Nasional, kemarin.
Foto: Hasnul Uncu/Datiak.com
banner 468x60

Padangpariaman | Datiak.com – Padangpariaman rawan bencana alam. Hal ini disampaikan Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kajian Risiko Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional, di Hall IKK Padangpariaman, kemarin.

Untuk itu, imbuh Budi, HKB Nasional harus menjadi momentum memperkuat koordinasi stakeholder kebencanaan di Padangpariaman. Begitupun dalam hal evaluasi kelengkapan sarana dan prasarana mitigasi kebencanaan di sana.

banner 336x280

“Padangpariaman rawan bencana karena 70 persen masyarakat tinggal di pinggiran pantai, dekat aliran sungai hingga di lereng bukit ataupun gunung,” ungkap Budi.

Dalam upaya mitigasi, lanjutnya, Pemkab Padangpariaman sudah menyusun dan mengusulkan dokumen rencana kontingensi (renkon) ke BNPB. “Insya Allah dokumen renkon itu bisa mendukung kita memenuhi kebutuhan mitigasi nantinya. Misalnya memperoleh bantuan peralatan, pembenahan jalur evakuasi, serta sarana seperti selter dari pemerintah pusat,” ungkap Budi.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur yang membuka rakor, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung penuh segala program mitigasi kebencanaan. Untuk itu, ia sangat antusias agar bisa mengikuti rangkaian HKB Nasional tersebut.

“Mohon maaf, pas apel gabungan saya tidak bisa ikut karena tadi saya menyambut kedatangan Wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, di BIM,” ungkap Suhatri Bur jelang membuka rakor tersebut.

“Alhamdulillah, saya masih bisa mendapatkan waktu untuk ikut dalam rakor ini yang tentunya masih rangkaian kegiatan terpenting dalam peringatan HKB Nasional tahun ini di Padangpariaman,” imbuhnya.

Suhatri Bur juga berharap peringatan HKB Nasional itu menjadi momentum memperkuat koordinasi stakeholder di Padangpariaman. Begitupun edukasi kesiapsiagaan bencana di masyarakat. Sebab, ia tidak memungkiri bahwa Padangpariaman rawan bencana.

“Sebanarnya, saya melihat tingkat kepedulian dan pemahaman masyarakat kita terhadap risiko bencana sudah tinggi. Bahkan kaum dan organisasi perempuan kita programnya berlandaskan kajian kebencanaan,” tukas Suhatri Bur.

Kegiatan HKB Nasional tersebut hadir seluruh stakeholder terkait. Di antaranya Dandim 0308 Pariaman, Kapolres Padangpariaman dan Pariaman, BPBD, DisatpolPP Damkar, Basarnas Padang, Kepala BMKG Padangpanjang, , Dishub, PMI, Tagana, serta relawan kebencanaan di Padangpariaman. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan