Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Motor Hasil Tilang dan Sitaan di Sijunjung akan Dimusnahkan

  • Bagikan
Kasatlantas Pokres Sijunjung Iptu Ghanda Novidiningrat memperlihatkan sepeda motor hasil tilang dan sitaan saat kecelakaan yang tak dijemput pemiliknya sampai saat ini. (Foto: Istimewa)

Sijunjung | Datiak.com – Polres Sijunjung saat ini sedang mempersiapkan proses pemusnahan sepeda motor hasil tilang dan sitaan saat kecelakaan. Jumlah kendaraan roda dua tersebut mencapai ratusan unit. Keputusan memusnahkan diambil, karena pemilih kendaraan tak kunjung menjemput sepeda motor yang kini berada di depan Kantor Satlantas Polres Sijunjung tersebut.

Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan melalui Kasat Lantas Iptu Ghanda Novidiningrat mengatakan, apabila dalam beberapa waktu ke depan motor tidak juga diambil pemiliknya, maka motornya akan masuk proses pemusnahaan.

“Sejauh ini Polres Sijunjung sudah berupaya memberikan informasi kepada masyarakat untuk proses pengambilan kendaraan yang masih berada di Satlantas ini,” ujar Iptu Ghanda didampingi Kasubag Humas Iptu, Nasrul Nurdin.

Syarat menjemput kendaraan itupun sangatlah sederhana. Yakni dengan membawa surat tanda kepemilkan. Di antaranya BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), serta dokumen sah lainnya.

“Motor yang sudah sangat lama tidak dijemput pemiliknya ini, didominasi sepeda motor jenis bebek dan matic. Jumlahnya cukup banyak, sekitar ratusan,” kata Iptu Ghanda.

Ia menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut merupakan motor hasil tilang petugas dalam razia Satlantas Polres Sijunjung di berbagai tempat. Ada juga yang berstatus sitaan dalam kasus kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, kebanyakan motor yang tidak dijemput itu, diduga bermasalah dan berstatus bodong, sehingga pemiliknya takut terlibat persoalan hukum ketika menjemputnya.

“Sekarang ratusan sepeda motor ini sebagian besar sudah melapuk seperti barang rongsokan. Sebagai tindak lanjut, pihak Satlantas Polres Sijunjung sedang beruaya mempelajari regulasi, untuk proses pemusnahannya,” ungkap Iptu Ghanda.
Untuk itu, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada masyarakat, apabila ingin menjemput kendaraan tersebut. Sesuai ketentuan, mereka harus membawa dokumen sah yang dipersyarakatkan. (da.)

  • Bagikan