Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Limapuluh Kota Dilanda Banjir, 3 Titik Longsor Pengaruhi Akses Sumbar-Riau

Kawasan wisata Harau di Limapuluh Kota turut terdampak banjir, Senin (18/12/2023). (Foto: BPBD Limapuluh Kota)
182 pembaca

Limapuluh Kota | Datiak.com – Kabupaten Limapuluh Kota dilanda banjir sejak Minggu (17/12/2023) malam hingga Senin (18/12/2023) pagi, akibat tingginya curah hujan. Bahkan, terdapat tiga titik longsor yang memengaruhi akses jalan nasional Sumbar-Riau.

Setidaknya, terdapat empat kecamatan yang merasakan dampak parah lantaran Limapuluh Kota dilanda banjir ini. Yakni Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Mungka, Harau, dan Gunung Omeh.

Rinciannya, dampak banjir tersebut di Jorong Banjaronah Nagari Pangkalan dan Jorong Lubuak Omeh Nagari Gunung Malintang di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Nagari Simpang Kapuak di Kecamatan Mungka, serta sejumlah nagari di Kecamatan Harau dan Gunung Omeh.

Sementara itu, titik longsor terjadi di ruas jalan Tungka-Situmbuak Nagari Tungkar, ruas jalan Nagari Ladang Laweh, dan Jorong Aiaputiah yang menutup bagian jalan nasional Sumbar-Riau.

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, memberikan konfirmasi terkait bencana tersebut. Ia menyatakan bahwa upaya evakuasi sedang dilakukan terhadap warga Limapuluh Kota dilanda banjir.

“Longsor di jalan Sumbar-Riau sudah menutup akses jalan nasional. Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional ruas Sumbar-Riau untuk mendapatkan bantuan alat berat guna mengevakuasi material longsor,” ungkap Rahmadinol.

Material longsor di kawasan Ulu Aia mengakibatkan lumpuhnya jalan Sumbar-Riau. Saat ini, alat berat sudah dikerahkan ke lokasi untuk membantu upaya evakuasi.

Mengingat curah hujan yang terus berlangsung, Rahmadinol mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang berada di daerah yang rawan terjadi longsor dan banjir.

“Bantuan dan koordinasi terus dilakukan untuk mengatasi dampak bencana ini. Kami mengimbau agar warga tetap waspada dan bersiap menghadapi situasi darurat,” tegas Rahmadinol. (*)