Minggu, 25 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Banjir dan Longsor di Solsel: 1 Rumah Hanyut, 2 Rusak Berat

Pembenahan kawasan terdampak banjir di Solok Selatan. (Foto: KopasNews)
505 pembaca

Solok Selatan | Datiak.com – Banjir dan longsor di Solsel (Solok Selatan) menerjang sejumlah wilayah, pada Sabtu malam (9/12/2023). Khususnya di Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo, dan Kecamatan Sangir. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi terdapat kerugian yang sangat besar dialami masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Novi Hendrik, menjelaskan bahwa banjir mencapai ketinggian sekitar 1 meter saat anak sungai pasang naik. Di Jorong Rawang Nagari Pasir Talang Selatan, air bah meluap hingga mencapai jalan nasional setinggi paha orang dewasa.

“22 unit rumah terendam banjir di kawasan langganan banjir seperti Jorong Kampung Palak dan Jorong Kampung Tarandam. Banjir ini menjadi dampak dari meluapnya Sungai Batang Bangko dan anak sungai Batang Suliti. Intensitas hujan masih tinggi, dan kita perlu waspada terhadap banjir susulan,” ujarnya.

Selain rumah warga, dua mushalla dan dua Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) juga rusak akibat dampak banjir tersebut. Total 25 jiwa dengan 12 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir di kedua kecamatan tersebut.

Di Kecamatan Sangir, material longsor menimbun badan jalan nasional setinggi 2 meter. Meskipun kendaraan masih bisa melewatinya melalui halaman rumah warga, tidak ada laporan mengenai kemacetan selama peristiwa longsor berlangsung.

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Solok Selatan, Hendrivon, menyatakan bahwa pembersihan material banjir memakan waktu cukup lama karena adanya tumpukan lumpur di dalam rumah warga. PMI dan relawan bekerja sama dengan TNI-Polri turun membantu masyarakat yang terdampak pada Minggu pagi.

“Saat ini hujan masih turun dengan intensitas tinggi. Meskipun banjir sudah surut total 100 persen pagi ini, kita tetap berharap masyarakat di daerah rawan banjir tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan adanya banjir susulan,” tutup Hendrivon. (*)