KPK Periksa 4 Lokasi, Amankan Dokumen hingga Uang Asing

  • Bagikan
kpk periksa
Plt Juru Berbicara KPK Ali Fikri menjelaskan bahwa KPK periksa 4 lokasi terkait OTT Bupati Bogor. (Foto: Ist)

Jakarta | Datiak.com – KPK periksa Rumah Dinas Bupati Bogor Ade Yasin sampai Kantor Dinas PUPR Pemkab Bogor berkaitan kasus sangkaan suap. Akhirnya, KPK amankan document keuangan berkaitan dengan kasus itu.

“Di mana diketemukan dan ditangkap beragam bukti (saat KPK periksa sejumlah lokasi, Red). Salah satunya beragam document keuangan,” kata Plt Juru Berbicara KPK Ali Fikri, Jumat (29/4).

Pemeriksaan dilaksanakan pada Kamis (28/4) di empat lokasi. Ada dua lokasi KPK periksa. Yakni Kantor BPKAD Pemkab Bogor, dan rumah tempat tinggal yang beralamat di Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor.

Ali menjelaskan, penyidik mendapati ada pecahan mata uang asing pada pemeriksaan ini. KPK menyangka bukti-bukti itu terkait dengan kasus.

“Selain itu diketemukan uang dalam pecahan mata uang asing. Bukti-bukti diartikan diperhitungkan kuat terkait dengan dasar kasus,” ucapnya.

Selanjutnya, Ali menjelaskan semua bukti itu akan dianalisa selanjutnya oleh penyidik. Tentu saja bukti-bukti itu dilaksanakan penyitaan.

“Seterusnya, bukti-bukti itu akan selekasnya dianalisa untuk selanjutnya diambil alih dan jadi kelengkapan arsip kasus penyelidikan,” katanya.

Awalnya, Bupati Bogor Ade Yasin tertangkap OTT KPK bersama dengan 11 orang yang lain. Selang beberapa saat, KPK memutuskan 8 orang sebagai tersangka kasus suap neraca keuangan untuk raih predikat WTP dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

Tersangka pemberi suap:

  1. Ade Yasin, Bupati Bogor masa 2018-2023
  2. Maulana Adam, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor
  3. Ihsan Ayatullah, Kasubid Kas Wilayah BPKAD Kabupaten Bogor
  4. Rizki Taufik, PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Tersangka yang menerima suap:

  1. Anthon Merdiansyah, karyawan BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jawa Barat III/pengontrol teknis
  2. Arko Mulawan, karyawan BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Team Audit Interim Kabupaten Bogor
  3. Hendra Nur Rahmatullah Karwita, karyawan BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa
  4. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, karyawan BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa

KPK menyangka Ade Yasin menyuap karyawan BPK perwakilan Jawa Barat supaya Kabupaten Bogor sampai Rp 1,9 miliar. Hal tersebut dilaksanakan supaya Kabupaten Bogor bisa kembali raih predikat WTP tahun 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

“Sepanjang proses audit, diperhitungkan ada banyak pemberian uang oleh AY (Ade Yasin) lewat IA (Ihsan Ayatullah) dan MA (Maulana Adam) pada team pemeriksa. Salah satunya berbentuk uang mingguan dengan besaran minimum Rp 10 juta. Sampai keseluruhan, sepanjang pengecekan sudah diberi sekitaran sebesar Rp 1,9 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Kamis (28/4). (da.)


  • Bagikan