Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Kabur Pakai Motor Tetangga, Kakak-Adik Menikah Siri

  • Bagikan
Kakak-Adik menikah siri setelah kabur menggunakan motor tetangganya. (Gambar: Ilustrasi)

Payakumbuh | Datiak.com – Dua pemuda asal Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kota Payakumbuh, yang berstatus kakak dan adik nekat menikah siri. Yakni RS alias IWN (23 tahun) dan PI. Kejadian kakak-adik menikah siri tersebut, terungkap dari dokumen yang diamankan penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh.

Pernikahan itu mereka lakukan di Bekasi, Jawa Barat. Awalnya, IWN membawa kabur PI bersama sepeda motor milik tetangga mereka. ”Memang benar, ada kakak-adik menikah siri. Tepatnya lagi, adik seibu tapi beda ayah. Adiknya itu kini sudah hamil satu bulan,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim AKP M Rosidi.

Menurut Rosidi, penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh tidak menangani kasus kakak menikahi adik kandungnya sampai hamil tersebut. Sebab, penyidik belum menemukan adanya delik pidana dalam kasus dugaan asusila yang membuat geger Sumbar ini.

”Yang kami tangani, bukan kasus kakak menikahi adik kandung ini. Tapi, kasus penggelapan sepeda motor. Pasalnya, sebelum menikah siri dengan adiknya, sang kakak membawa kabur motor milik tetangga mereka dan menjual motor itu di Pekanbaru, Riau,” katanya.

“Jadi, kasus (penggelapan motor, Red) inilah yang kami tangani. Namun yang viral, justru peristiwa sang kakak menikahi adik kandungnya,” imbuh Rosidi.

BACA JUGA:  Pendapatan 1.402 UKM Anjlok

AKP Rosidi memastikan, adik seibu tapi beda ayah yang dinikahi IWN, bukan lagi anak di bawah umur. ”Adiknya itu juga sudah masuk usia dewasa. Tidak lagi anak-anak. Kebetulan saja, kasus ini terungkap setelah kami mengungkap kasus penggelapan sepeda motor,” ujar Rosidi.

Katanya, IWN diamankan anggota piket Polres Payakumbuh di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Sabtu lalu (19/12). Sebelum IWN diamankan, piket Fungsi Satreskrim Polres Payakumbuh juga menerima telepon dari seorang warga Nunang Daya Bangun.

Warga itu menyampaikan bahwa warga telah mengamankan RS alias IWN, karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan berupa sepeda motor merek Honda Scoppy warna merah hitam BA 2206 M. Setelah diamankan, IWN langsung dibawa ke Mapolres Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan. “Dari pemeriksaan terungkap jika IWN memiliki dua alamat,” ungkapnya.

Selain di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Payakumbuh Barat, IWN sesuai dengan Kartu Keluarga juga beralamat di Jalan Srikandi Perumahan Wadya Graha I Blok P 05 RT 003/RW 002, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA:  Ikan Larangan Dibuka, Pangan Nagari Sungai Sariak Menguat
Modus Penggelapan Motor

Dari hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh, juga diketahui bila IWN diduga menggelapkan atau membawa kabur sepeda motor Honda Scoppy warna merah hitam BA 2206 M milik tetangganya pada 6 Oktober 2020 lalu. Sepeda motor itu dipinjam IWN melalui ibu tetangganya atau ibu korban berinisial NFI, dengan alasan menjemput pakaian ke Kelurahan Ibuah, Kota Payakumbuh.

”Atas seiizin dari NFI, sepeda motor dibawa oleh tersangka RS alias IWN dari rumah korban. Selanjutnya, tersangka RS alias IWN menjemput adiknya berinisial PI. Adik seibu beda ayah ini, sebelumnya telah disuruh oleh tersangka untuk menunggu di Ibuah yang berjarak sekitar 150 meter dari tempat kejadian atau dari Nunang Daya Bangun,” kata Rosidi.

Dengan menggunakan sepeda motor milik korban atau sepeda motor milik tetangganya itu, imbuh Rosidi, IWN membonceng PI menuju Pekanbaru, Riau. Lalu, keesokan harinya atau 7 Oktober 2020, IWN menjual sepeda motor tersebut di sebuah bengkel kepada seseorang yang tidak diketahui identitasnya seharga Rp 1,5 juta.

”Hasil penjualan tersebut digunakan tersangka IWN untuk ongkos bus umum dengan membawa PI ke Jakarta, kemudian ke Bekasi. Lalu, tersangka dan PI menikah siri di Bekasi,” kata Rosidi menjelaskan kronologi kejadian.

BACA JUGA:  Partai Golkar dan Universitas Tamansiswa Padang Bekerja Sama

Dalam kronologi itu juga terungkap, setelah menikah siri dengan adiknya, tersangka IWN tidak memiliki uang lagi untuk biaya hidup. Sehingga, pada 16 Desember 2020 tersangka dan adiknya ingin pulang ke Duri, Riau dengan bus umum.

Tertangkap Warga

Akan tetapi, sesampai di Palembang, Sumatera Selatan, ongkos yang mereka miliki tidak cukup. ”Lalu, di Palembang tersangka bertemu dengan perantau Minang. Kemudian, dengan bantuan perantau tersebut, tersangka dan PI naik naik bus umum menuju Kota Padangpanjang, Sumbar,” ulas Rosidi.

Pada Sabtu (19/12) sekitar pukul 09.00 WIB, lanjutnya, ketika tiba di terminal Padangpanjang, IWN diamankan warga Kelurahan Nunang Daya Bangun, lalu dibawa ke Payakumbuh. Kemudian, ia diserahkan ke Polres Payakumbuh.

“Jadi, sekali lagi kami sampaikan bahwa tersangka ini ditangkap berdasarkan LP/ 367/ XII/2020/Res, tentang Tindak Pidana Pengelapan Kendaraan Bermotor Roda Dua. Kami tidak menangani, kasus dia menikah siri dengan adik kandungnya,” pungkas AKP M Rosidi. (da.)

  • Bagikan