Jalan Kapalohilalang ke Tandikek Dilalui Sekitar 10 Ribu KK

  • Bagikan
Jalan Kapalohilalang ke Tandikek
Kondisi jalan penghubung Kapalohilalang dan Tandikek yang tampak rusak parah, karena banyak yang tidak teraspal. (Foto: Hasnul Uncu/Datiak.com)

Padangpariaman | Datiak.com – Jalan Kapalohilalang ke Tandikek menjadi akses rutin sekitar 10 ribu KK di Nagari Tandikek ataupun Kapalohilalang. Untuk itu, jalan penghubung Kecamatan 2×11 Kayutanam dan Patamuan, sangat diharapkan agar bisa cepat dibenahi.

Hal ini dikemukakan oleh Wali Nagari Tandikek Selatan, Maryono, kemarin. Katanya, Jalan Kapalohilalang ke Tandikek itu panjangnya sekitar 12 kilometer. Masyarakat sangat sering meminta pihaknya untuk mendorong pembenahan jalan tersebut.

“Kira-kira ada sekitar 10 ribu keluarga yang rutin menggunakan jalan itu. Sebab, jalan itu akses terdekat dari Patamuan ke 2×11 Kayutanam,” ungkap Maryono.

Tidak hanya itu, menurutnya karyawan perusahaan bidang peternakan besar di Padangpariaman, juga rutin menggunakan Jalan Kapalohilalang ke Tandikek. Yakni PT. Japfa dan PT. Tri Suri Indah. “Jalan ini sudah lama rusaknya. Kalau usulan sudah sering kita sampaikan. Kita juga sudah sering dijanjikan jalan ini akan dibenahi. Namun belum ada realisasinya sampai sekarang,” ungkapnya.

Jika jalan tidak dapat dibenahi dalam 2 tahun belakang, Maryono dapat memakluminya. Sebab, daerah tengah fokus pengalokasian anggaran untuk penanganan Covid-19. Untuk itu, pihaknya berharap tahun ini dapat diakomodir. “Kalau APBD Padangpariaman tidak memadai, kita berharap diperjuangkan ke provinsi atau pusat,” tukas Maryono.

Sebenarnya, harapan pembenahan jalan Kapalohilalang ke Tandikek itu, sebelumnya juga pernah dikemukakan Wali Korong Tarok, Ilham Perdana Haris. “Usulan ini sebenarnya selalu disampaikan setiap tahunnya. Namun belum juga terakomodir sampai sekarang. Pak wali nagari kita yang baru, sekarang juga berusaha untuk mengusulkan kembali pembangunan jalan ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat sangat mendukung peningkatan jalan Kapalohilalang tersebut. Yakni dengan memberikan lahannya secara gratis. Jadi, pemerintah cukup mengganti apabila ada rumah atau bangunan warga yang terdampak pelebaran jalan.

“Dulu kan kita usulkan pelebaran itu 3 meter pada kiri-kanan jalan. Masyarakat sudah bersedia menggratiskan lahannya. Namun tidak terakomidir. Sekarang, kita kurangkan dalam usulan pelebaran cukup 1,5 meter pada kiri-kanan,” ungkapnya.

Dengan usulan pelebaran 1,5 meter di kiri-kanan jalan, menurutnya Pemkab Padangpariaman bakal lebih diringankan. Sebab, sangat sedikit bangunan warga yang kemungkinan terkena pembangunan. “Dari seratus, mungkin hanya 3 rumah yang kena. Itupun paling banyak yang bagian pagar dan terasnya saja,” hematnya.

Untuk itu, menurutnya sudah sangat patut apabila Pemkab Padangpariaman mengakomodir usulan tersebut. Terlebih, kebutuhan Jalan Kapalohilalang ke Tandikek itu baginya sangat vital. Hal itu lantaran selain adanya aktivitas sejumlah perusahaan yang bersinvestasi skala besar, juga terdapat objek wisata unggulan di sana.

“Wisata yang sangat terkenal di sini yaitu pemandian Lubuk Bonta dan Rumah Putih. Jika infrastruktur jalan dibenahi, pasti sangat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke sini. Kadang kan orang malas berkunjung karena jalan sempit dan tidak bagus,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur juga mengatakan bahwa tahun ini ada dana pemeliharaan untuk jalan di Nagari Kapalohilalang tersebut. “Kalau tidak salah, ada dana pemeliharaan untuk itu. Jadi, kita selalu usahakan untuk mengakomodir usulan masyarakat sesuai kemampuan keuangan daerah kita,” kata Suhatri Bur. (da.)


  • Bagikan