Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Gaet Dana Rp 3,5 Miliar untuk Benahi Pemukiman Kumuh

  • Bagikan
Pelaksanaan FGD ke-3 program peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman kumuh di Nagari Sandi Ulakan. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Pemkab Padangpariaman yang dinahkodai Ali Mukhni, memang piawai dalam menggaet anggaran. Sebelumnya, hasil lobi Ali Mukhni menghasilkan dana Rp 5,5 untuk membangun perumahan nelayan. Kali ini, Pemkab Padangpariaman mendapatkan dana Rp 3,5 miliar dari program peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman kumuh.

Bantuan yang direalisasikan Pemprov Sumbar tersebut, ditujukan ke Nagari Sandi Ulakan, di Kecamatan Ulakan Tapakis. Hal itu diungkapkan oleh Wali Nagari Sandi Ulakan, Zulbaidi. Untuk merealisasikan bantuan, pihaknya sudah mengadakan beberapa Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kebijakan.

“Terakhir kita mengadakan FGD ke-3 pembahasan penyusunan perencanaan peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman kumuh. FGD itu dipimpin langsung Kabid Kawasan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sumbar, bapak Ikhlas,” papar Zulbaidi.

BACA JUGA:  Tes Cepat, Dharmasraya 'Pecah Telur' Positif Corona

Katanya, FGD dihadiri pihak-pihak yang memahami secara teknis pembangunan kawasan tersebut. Di antaranya dari PT. Anirindo Mitra Konsultan, Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup Padangpariaman, Camat Ulakan Tapakis, Babinsa dan Babinkamtibmas, para wali korong serta pemilik tanah di kawasan pembangunan.

“Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat yang berdomisili di lokasi program agar kooperatif dan mendukung program besar ini. Sebab, program ini pasti akan sangat menguntungkan masyarakat ke depannya,” hemat Zulbaidi.

Ia menjelaskan, hanya dua nagari di Sumbar yang menjadi pilot project program berskala nasional tersebut. Yakni salah satu nagari di Kabupaten Pasaman dan Nagari Sandi Ulakan di Padangpariaman. “Kita termasuk nagari yang beruntung karena ditunjuk langsung lewat SK Bupati Padangpariaman Nomor 73/KEP/BPP/2020 tentang Penetapan Lokasi Perumahan dan Pemukiman Kumuh di Kabupaten Padangpariaman. Makanya, kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya optimis.

BACA JUGA:  Undur Pembelajaran Tatap Muka, Para Guru Diminta Pulang

Ia memaparkan bahwa wilayah yang menjadi lokasi program luasnya 14,51 hektar. Terakomodir sebanyak 5 korong di dalamnya. Yakni Korong Koto Panjang Timur, Simpang Indah Tanjuang Medan, Taluak Nibuang Tanjuang Medan, Binuangateh dan Binuangbawah. “Kawasan dengan 5 korong ini memiliki sebanyak 202 unit bangunan dan berpenduduk 612 jiwa. Semoga pembenahannya berlajan lancar dan sukses,” harapnya.

Target Program

Sedangkan Kabid Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sumbar, Ikhsan mengatakan, FGD ke-3 ditujukan untuk menghasilkan kesepakatan rencana aksi dan menetapkan program kegiatan selanjutnya. “Program ini dijadwalkan selesai dalam 5 tahun. Anggaranya dialokasikan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan sekitar Rp 3,5 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pembangunan kawasan secara keseluruhan, imbuhnya, masing-masing instansi akan menganggarkan sesuai dengan tupoksinya terkait penanganan kawasan kumuh. Misalnya menyangkut pembangunan gedung, jalan lingkungan, air minum, drainase, pengelolaan air limbah, persampahan dan proteksi kebakaran. “Jadi semua itu ada bidangnya. Ini yang kita rumuskan dalam perencanaan ini,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan