Pers Publik Gradiasi

Tema Wordpress Berita Pers Publik Gradiasi

BREAKING NEWS
    798 view

    BPS Catat Inflasi Produsen Triwulan I 2026 Capai 3,15 Persen secara Tahunan

    Waktu Baca: 2 menit
    Grafis perkembangan IHP Triwulan I 2026 yang dirilis BPS, menunjukkan inflasi produsen secara tahunan (y-on-y) sebesar 3,15 persen dan secara triwulanan (q-to-q) sebesar 1,70 persen. (Sumber: BPS)

    Pers Publik – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Produsen (IHP) pada Triwulan I 2026 mengalami inflasi sebesar 3,15 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan beberapa triwulan sebelumnya dan menunjukkan adanya peningkatan harga di tingkat produsen pada sejumlah sektor usaha.

    Berdasarkan data BPS dalam Berita Resmi Statistik Nomor 45/05/Th. XXIX tertanggal 4 Mei 2026, nilai indeks harga produsen terus mengalami kenaikan sejak Triwulan I 2025. Pada periode tersebut, indeks tercatat sebesar 134,89, kemudian meningkat menjadi 135,46 pada Triwulan II 2025, naik lagi menjadi 135,78 pada Triwulan III 2025, lalu 136,81 pada Triwulan IV 2025, dan mencapai 139,13 pada Triwulan I 2026.

    Secara sektoral, inflasi produsen tahunan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 6,44 persen. Sementara itu, sektor pengelolaan air mencatat inflasi 3,85 persen dan sektor pengangkutan sebesar 3,42 persen.

    Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami inflasi sebesar 3,25 persen, diikuti industri pengolahan 2,76 persen, akomodasi, makanan, dan minuman 2 persen, jasa kesehatan 1,74 persen, jasa pendidikan 1,69 persen, serta pengadaan listrik dan gas sebesar 1,88 persen.

    Selain secara tahunan, BPS juga mencatat inflasi produsen secara triwulanan atau quarter-to-quarter (q-to-q) pada Triwulan I 2026 sebesar 1,70 persen.

    Dalam perhitungan q-to-q, sektor pertambangan dan penggalian kembali menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 7,46 persen. Selanjutnya, sektor pengelolaan air mengalami inflasi 2,52 persen dan sektor pengangkutan sebesar 1,47 persen.

    Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami inflasi 1,02 persen, industri pengolahan 1,01 persen, jasa kesehatan 0,86 persen, akomodasi, makanan, dan minuman 0,69 persen, pengadaan listrik dan gas 0,41 persen, serta jasa pendidikan sebesar 0,16 persen.

    Kenaikan indeks harga produsen tersebut mencerminkan adanya peningkatan biaya dan harga pada berbagai sektor ekonomi di tingkat produsen selama awal 2026. (*)

    Penulis Pers Publik
    Penulis
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *