Pers Publik

Tema Web Berita Premium, Kaya Fitur

tema pers publik
1,638 view

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dosen UNAIR Soroti 3 Risiko Utama bagi Perbankan

Ilustrasi berita yang menggambarkan reaksi publik terhadap Pers Publik.
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dr Andi Estetiono, SE, MM, mengemukakan pandangannya terkait melemahnya nilai tukar rupiah. (Foto: UNAIR)

Pers Publik – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dan memunculkan berbagai tantangan bagi industri perbankan nasional. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada inflasi dan harga barang, tetapi juga meningkatkan risiko likuiditas, risiko pasar, serta risiko kredit yang harus diantisipasi oleh perbankan.

Dosen Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), Andi Estetiono, menjelaskan bahwa pelemahan kurs rupiah memberikan tekanan langsung terhadap stabilitas sektor perbankan. Menurutnya, dampak yang muncul tidak sebatas pada kenaikan harga akibat menguatnya dolar AS, tetapi juga menyentuh aspek fundamental operasional bank.

Andi menjelaskan, risiko pertama muncul dari sisi likuiditas perbankan, terutama likuiditas valuta asing (valas). Dalam situasi ketika nilai tukar rupiah melemah, masyarakat cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Sebagian nasabah memilih mencairkan simpanan rupiah dan mengonversinya ke dolar AS. Sebaliknya, ada pula yang mencairkan simpanan dolar untuk memperoleh keuntungan jangka pendek sebelum mengalihkannya ke aset lain seperti emas atau instrumen yang dinilai lebih aman.

“Ini tergantung persepsi dan respons masyarakat terhadap kondisi saat ini. Yang jelas LDR Valas dan Rasio Likuiditas Valas Perbankan perlu dipantau ketat,” ujar Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UNAIR tersebut seperti dilansir situs resmi UNAIR.

Risiko berikutnya berasal dari sisi pasar. Andi mengatakan, bank yang memiliki posisi valuta asing terbuka akan menghadapi dampak revaluasi. Apabila bank berada dalam posisi net short valas, kerugian akibat selisih kurs akan langsung tercatat dan memengaruhi kinerja laba rugi.

Sementara itu, risiko ketiga berkaitan dengan sektor kredit. Menurut Andi, nasabah yang memiliki pinjaman dalam dolar AS namun memperoleh pendapatan dalam rupiah akan menghadapi beban yang lebih berat dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga maupun cicilan.


Baca selengkapnya di: https://unair.ac.id/rupiah-terus-melemah-pakar-perbankan-unair-bagikan-strategi-menghadapinya/

Jurnalis Pers Publik
Penulis
Editor Pers Publik
Editor
Exit mobile version