Daftar Sekolah di Payakumbuh yang Diliburkan Sepekan

  • Bagikan
Satgas Pencegahan Covid-19 merilis daftar sekolah di Payakumbuh yang diliburkan karena adanya guru dan tenaga tata usaha sekolah yang terpapar Covid-19. (Foto: Istimewa)

Payakumbuh | Datiak.comPembelajaran tatap muka di 6 TK/PAUD, 15 SD/MI, dan 5 SMP/Ponpes di Kota Payakumbuh terpaksa dihentikan kembali. Ini terjadi setelah beberapa guru dan tenaga tata usahanya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Hal itu diketahui dari rilis daftar sekolah di Payakumbuh yang terpapar Covid-19.

Data yang dihimpun Datiak.com, dalam daftar sekolah di Payakumbuh yang diliburkan, dilaporkan sudah 39 guru, kepala sekolah, tenaga tata usaha, dan dosen dinyatakan positif Covid-19. Mereka mengajar di TK An-Nadair, TK Istiqlal, TK Indah Jelita, TK Raudhatul Jannah, TK Dharmawanita, dan salah satu PAUD di Payakumbuh Barat.

Tenaga pengajar yang terpapar Covid-19 dan proses belajar tatap mukanya kembali dihentikan, di antaranya guru SDN 06 Payakumbuh di Nan Kodok dan guru SDN 10 Payakumbuh di Balai Betung. Kemudian, guru SDN 14 Payakumbuh di Pakan Sinayan dan guru SDN 21 Payakumbuh di Labuahbaru. Selanjutnya, guru SD yang terpapar Covid-19 di Payakumbuh adalah guru SDN 28 Payakumbuh di Parik Rantang dan SDN 31 Payakumbuh di Padang Tangah Payobadar.

Selanjutnya, guru SDN 34 Payakumbuh di Napar, guru SDN 48 Payakumbuh di Tanjuang Anau, guru SDN 51 Payakumbuh di Ranah Tiakar, guru SDN 58 Payakumbuh di Daya Bangun, dan guru SDN 63 Payakumbuh di Limbukan.

Selain itu, guru MIN Parambahan, guru MIS Koto Panjang, guru SD Al Fath, dan guru SDIT Mutiara Hati, juga ada yang terpapar Covid-19. Proses belajar tatap muka di sekolah-sekolah ini juga dihentikan atau diliburkan selama sepekan.

Sementara, pada tingkat SMP/Pondok Pesantren di Payakumbuh, guru yang terpapar Covid-19, di antaranya dari SMPN 1 Payakumbuh, SMPN 3 Payakumbuh, SMPN 6 Payakumbuh, SMP Mutiara Hati, dan tenaga tata usaha ICBS Payakumbuh. Selain itu, juga ada guru SMPN 1 Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara, pada tingkat SMA/SMK, guru yang terpapar Covid-19 di Payakumbuh, di antaranya adalah guru SMKN 4 Payakumbuh dan guru SMK Kosgoro. Kemudian, guru SMAN 1 Harau, guru SMAN 2 Guguak, guru SMAN 1 Situjuah, guru SMK Luhak. Kemudian, juga ada satu dosen STT-Payakumbuh yang terpapar Covid-19.

Tanggapan Kadisdik

Kondisi ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, AH Agustion. Menurutnya, sekolah yang ditemukan guru positif Covid-19, memang harus diliburkan kembali. “Proses belajar tatap muka yang sudah berlangsung di sekolah itu, diliburkan kembali selama sepekan. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi,” kata Agustion.

Penjelasan Dinkes

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, dr Bakhrizal didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly, tetap memperkirakan, kasus positif Covid-19 dari kalangan pendidikan atau kluster guru, masih akan berpotensi bertambah. Sebab, target Pemko Payakumbuh adalah melakukan screening atau rapid tes antibodo kepada 3.600 guru. Bagi yang hasil tesnya reaktif, maka pada hari itu juga langsung di tes swab.

“Pada saat sekolah tatap muka dilakukan, tes swab harus dilakukan bagi mereka yang reaktif, agar program sekolah tatap muka dapat berjalan aman dari pandemi Covid-19. Kemudian, dalam sekali 15 hari atau sekali sebulan, Dinas Kesehatan juga akan melakukan tes swab ulang. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi agar anak-anak sekolah tidak terpapar Covid-19 dan menyebabkan penularan yang masif serta tak terkontrol,” kata dr Bakhrizal. (da.)

  • Bagikan