Iklan Melayang
Iklan Melayang

Bocah Tertimpa Pohon Kelapa di Batang Gasan Meninggal

  • Bagikan
Suasanan rumah duka Azura, seorang bocah tertimpa pohon kelapa di Dusun Bayur Banyak, Korong Malai Tuo, Nagari Malai V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Sabtu (24/10). (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padangpariaman | Datiak.com – Seorang bocah tertimpa pohon kelapa di Dusun Bayur Banyak, Korong Malai Tuo, Nagari Malai V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Sabtu (24/10). Bocah berjenis kelamin perempuan itu, bernama Azura.

Usai mengalami kejadian miris tersebut, gadis cilik 11 tahun tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Sungai Geringging. Namun, sayang nyawanya tak dapat tersemalatkan, lantaran kondisi Azura yang sangat memprihatinkan.

banner 336x280

Kapolsek Sungai Limau Iptu Nasirwan menyebut, dari informasi seorang saksi mata bernama Kahar (67 tahun), saat peristiwa itu korban bermain bersama empat temannya di ladang yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Di ladang itu, korban bersama teman-temannya tampak mencari kelapa muda di sekitar pukul 15.30.

Sedangkan di lokasi itu terdapat pohon kelapa yang sudah tua. Tiba-tiba saja, pohon kepala tersebut tumbang ke arah para boca tersebut. Sehingga, salah seorang bocah tertimpa pohon kelapa itu, karena ia tidak berhasil sepenuhnya menghindar.

Melihat kejadian itu, lanjut Nasirwan, Kahar langsung berusaha menolongnya. Pas Kahar melihat, dari dekat ternyata korban adalah Azura. Kahar pun berusaha keras membantu dengan mengangkat pohon kelapa tersebut. Sayang, besarnya pohon kelapa membuatnya tidak berdaya.

Menghadapi kondisi tersebut, Kahar langsung mencari ayah korban, yakni Usman (51 tahun). Ayah korban yang mendapat kabar dari Kahar langsung kaget tak kepalang, sembari berlari ke lokasi kejadian. Di sana, hanya ayah korban dan Kahar berusaha menyingkirkan pohon kelapa yang menimpa korban.

Setelah berhasil, Usman langsung melarikan anaknya tersebut ke Puskesmas Sungai Geringging. Sayangnya, setelah ditangani medis di sana, nyawa si anak tetap tak dapat tertolong. “Sekitar pukul 18.30 WIB, pihak Puskesmas menyatakan korban sudah meninggal dunia. Lalu korban dibawa pihak keluarga ke rumah duka pukul 19.00 WIB,” ucap Nasirwan.

Setelah semalam disemayamkan di rumah duka, lanjutnya, korban langsung dimakamkan keluarga tak jauh dari rumahnya pada Minggu (25/10). “Keluarga sudah ikhlas dengan kepergian korban. Keluarga meminta agar kejadian itu tidak diproses, karena itu kecelakaan yang tidak diduga atau musibah,” pungkas Nasirwan. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan