Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Berharap Padangpariaman Bisa Kembali ke Zona Hijau

  • Bagikan
Pemkab Padangpariaman menggelar rapat evaluasi perkembangan dan penanganan penyebaran Covid-19, Selasa (13/10). Dalam rapat itu, Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri berharap Ranah Saiyo Sakato itu bisa kembali ke zona hijau. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Pemkab Padangpariaman menggelar rapat evaluasi perkembangan dan penanganan penyebaran Covid-19, Selasa (13/10). Rapat itu juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarlintas sektoral di Padangpariaman. Sehingga, Padangpariaman bisa kembali ke zona hijau atau terbebas dari bahaya penyebaran Covid-19.

“Budaya di Padangpariaman ini sangat acuh terhadap Covid-19. Kita harus bersama-sama untuk mencari dan menghasilkan strategi apa yang harus kita ambil dalam menanggulangi Covid-19,” ujar Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri.

Menurutnya, seluruh pihak tidak bisa tinggal diam terkait dengan kondisi dan fenomena yang ada. “Diharapkan kita bersama-sama dapat mengurangi kejadian yang membuat klaster baru Covid-19, seperti baralek dan basafa,” harap Adib.

Adib juga mengatakan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh Satgas Covid-19, terhadap masyarakat yang masih susah diatur untuk mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, kondisi itu membuat Padangpariaman sulit kembali ke zona hijau.

“Nanti ada program kerja dari Satuan Tugas Covid-19 yang terhimpun dari berbagai bidang. Dan masing-masing kordinator harus memaparkan apa saja kerjaanya, dan juga ada timeline agar beberapa uraian kerja dapat dijalankan dengan baik. Jadi tidak perlu lagi adanya perintah karena sudah tertera aturan dan uraian tugas yang ada di dalam SK,” kata Adib.

Berdasarkan data yang dikemukakan oleh Kepala RSUD Padangpariaman, masih ada 55 pasien Covid-19 mendiami RSUD Padangpariaman. Mirisnya, setiap korban yang meninggal dalam Covid-19, pihak korban selalu memberikan pandangan negatif terhadap ruang isolasi di RSUD. Bahkan ada membawa kabur paksa korban yang meninggal agar bisa dikuburkan dengan cara biasa.

Oleh karena itu, Adib berharap agar Satgas Covid-19 Padangpariaman, Satlantas, dan beberapa perangkat daerah lainnya bisa bekerja sama dalam penanggulangan Covid-19 dan memberikan investasi amal. Ini dalam rangka memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Padangpariaman.

Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, mengatakan bahwa pihaknya nanti juga membentuk Satuan Tugas Covid-19 di kecamatan dan nagari. Selain itu melibatkan peran niniak mamak dan alim ulama yang notabennya dekat dengan masyarakat, guna mencegah penularan Covid-19. (da.)

  • Bagikan