Minggu, 25 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Bencana Longsor di Solok Selatan Tutup Badan Jalan Utama di 2 Kecamatan

Badan Jalan Provinsi di Sitapus-Dusun Tangah Kecamatan Sangir Batang Hari tertimbun longsor sehingga tak dapat dilalui kendaraan, Kamis (4/1/2023). (Foto: KopasNews)
112 pembaca

Solok Selatan | Datiak.com – Bencana longsor di Solok Selatan menimbulkan dampak serius pada akses jalan utama. Misalnya badan jalan provinsi via Sitapus-Dusun Tangah, ditimbun material longsor di Jorong Padang Beringin, Nagari Sitapus, Kecamatan Sangir Batang Hari, pada Kamis (4/1/2024).

Material longsor yang menimbun badan jalan tersebut menyebabkan akses jalan utama tersebut putus total. Medri Novendra, seorang warga Sitapus, melaporkan bahwa satu unit Pertamini (pertashop) terseret dalam material longsor tersebut.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan terkait bencana longsor di Solok Selatan tersebut. Hingga saat ini, belum ada yang dapat melewati akses jalan itu. Sementara hujan masih terus mengguyur daerah tersebut.

Diketahui, badan jalan yang tertimbun longsor dekat dengan Pasar Tradisional Sitapus, dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air tidak dapat ditampung oleh tebing pinggir jalan.

Akses yang putus total ini tidak hanya memengaruhi pergerakan dari Nagari Sitapus ke Nagari Dusun Tangah, tetapi juga memutus akses menuju Padang Aro Pusat Kabupaten Solok Selatan.

Masyarakat dan pengguna jalan berharap agar pihak Pemkab Solok Selatan segera turun dengan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan secepatnya.

Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, juga melaporkan terjadinya bencana longsor di Solok Selatan yang menimbun badan jalan kabupaten di wilayahnya.

Meskipun alat berat sudah bekerja membersihkan material pada pukul 06.00 pagi, kendaraan masih mengalami kesulitan melintas, karena licinnya jalan aspal yang berisiko kecelakaan jika dipaksakan.

Pihak berwenang dan petugas penanganan bencana terus berupaya membersihkan material longsor untuk memulihkan akses jalan tersebut.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap cuaca yang tidak menentu dan mematuhi peringatan terkait dengan keamanan di daerah yang rawan bencana.

Perbaikan akses jalan menjadi prioritas utama guna memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat setempat. (*)