Antisipasi Ancaman Radikalisme hingga Terorisme

  • Bagikan
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto, saat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Singgalang 2020 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Senin (21/12). Ia berpesan kepada seluruh personel Operasi Lilin Singgalang 2020 untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, terlebih menyangkut radikalisme hingga terorisme. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Sebanyak 5.812 personel dikerahkan Polda Sumbar dalam mencegah segala ancaman yang berpotensi jelang Natal dan Tahun Baru 2021. Yang paling diperhatikan yaitu ancaman radikalisme hingga terorisme. Bahkan kepolisian telah melakukan pemetaan potensi ancaman yang bisa saja terjadi mengganggu ketertiban masyarakat.

“Berdasar mapping kerawanan dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi. Antara lain ancaman radikalisme hingga terorisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas maupun ancaman bencana alam,” kata Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto, saat membacakan amanat Kapolri dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Singgalang 2020 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Senin (21/12).

Untuk diketahui, Operasi Lilin Singgalang dimulai sejak 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. “Untuk itu, saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada. Tentunya sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” jelasnya.

Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat, sebut Toni, dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktivitas pada pusat keramaian. “Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas. Bahkan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Tentunya kata Kapolda, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman. “Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Kapolda membacakan amanat Kapolri.

Waspadai Uang Palsu

Untuk pengamanan Nataru 2020-2021, seluruh Polres kabupaten/kota di Sumbar juga menggelar apel Siaga Operasi Lilin Singgalang 2020. Berbagai permasalahan yang bisa saja terjadi di masyarakat pun dianalisa oleh jajaran kepolisian. Contohnya di Polres Pesisir Selatan, Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo, mengingatkan kewaspadaan peredaran uang palsu (upal) saat momen Nataru.

Menurutnya, para pelaku pengedar uang palsu bisa saja beraksi dengan memanfaatkan hari perayaan Nataru nantinya. “Imbauan itu disampaikan sebab kerawanan itu juga bisa berpotensi terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel),” tegasnya.

Tindakan yang harus dilakukan bila ada kecurigaan terhadap uang yang diterima, imbuh Sri Wibowo, bisa melalui 3D, atau diraba, dilihat, dan diterawang. “Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap peredaran uang palsu, kami menyiagakan personel baik di Mapolres maupun di semua Polsek yang ada. Termasuk juga di beberapa titik keramaian,” ungkapnya.

Cegah Indisipliner Masyarakat

Berbeda lagi di Padangpariaman, Waka Polres Padangpariaman Kompol Ivan Coa Ampera, saat Apel Pasukan mengatakan perayaan Nataru 2021 akan memicu adanya kerumunan berpotensi terjadinya pelanggaran. Mulai dari pelanggaran protokol kesehatan, ketertiban lalu lintas dan lainnya.

“Untuk mencegah hal itu, kami mengerahkan petugas guna mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran indisipliner oleh masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Anwar mengatakan bahwa tugas personel Operasi Lilin Singgalang 2020 cukup berat. Sebab pelaksanaannya di masa pandemi Covid-19. “Namun kami imbau masyarakat untuk bisa bekerja sama dengan personel Operasi Lilin Singgalang. Sehingga, upaya pencegahan terjadinya pelanggaran terlaksana lebih maksimal lagi. Setidaknya, masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan,” ajaknya. (da.)

  • Bagikan