Ancaman Bencana di Padangpariaman Lengkap

  • Bagikan
ancaman bencana di Padangpariaman
Salah satu bencana longsor yang terjadi di Padangpariaman tahun 2020 lalu. Saat ini, BPBD dan pemangku kebijakan kebencanaan di Padangpariaman, merumuskan langkah antisipasi dan mitigasi ancaman bencana di Padangpariaman. (Foto: FB Budi Putra Tanjung share FB BPBD Padangpariaman Ikhwan)

Padangpariaman | Datiak.com – Wakil Bupati Padangpariaman, Rahmang, menilai bahwa ancaman bencana di Padangpariaman terbilang lengkap. Pendapatnya itu merujuk dari Dokumen Kajian Resiko Bencana Padangpariaman.

Rahmang menjelaskan, dalam dokumen kajian tersebut dijelaskan bahwa bentuk ancaman bencana di Padangpariaman meliputi banjir hingga banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi. Lalu gempa bumi yang sebelumnya pernah dirasakan dengan skala dahsyat di Ranah Saiyo sakato tersebut di tahun 2009 silam.

“Ancaman lainnya yang potensial terjadi di daerah kita yaitu kebakaran tanah longsor, tsunami, kebakaran hutan atau lahan, kekeringan, serta letusan gunung api,” ungkap Rahmang dalam Rapat Harmonisasi Program Destana dan Jalur Evakuasi Bencana Padangpariaman, di Hall IKK Padangpariaman.

Untuk itu, imbuhnya, perhatian ekstra sangat dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan kebencanaan. Sehingga, mitigasi bisa berjalan maksimal apabila terjadi salah satu dari sekian banyaknya ancaman bencana di Padangpariaman tersebut.

“Pengawasan penanggulangan kebencanaan salah satu kewajiban pemerintah. Makanya, segala hal yang berpotensi memicu bencana harus dicegah. Termasuk kebijakan pembangunan yang berdampak bencana,” hemat wabup yang pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpariaman tersebut.

BACA JUGA:  Terkonfirmasi Dua Positif Corona, Sekolah di Pariaman Diliburkan Lagi

Selain itu, Rahmang juga mengajak seluruh stakeholder terkait agar mengedukasi masyarakat untuk peduli lingkungan. Sehingga, masyarakat Padangpariaman memahami tindakan-tindakan yang berisiko bencana. “Kita juga harus terus memperkuat wawasan mitigasi kebencanaan di Padangpariaman,” ajaknya.

Jadi, menurutnya rapat tersebut harus dijadikan momentum memperkuat sinergisitas para pemangku kebencanaan. Mulai dari pemerintah daerah, nagari, serta para relawan. “Bencana memang sulit tidak bisa diprediksi. Tetapi kita wajib siaga untuk antisipasi banyaknya korban apabila bencana itu terjadi,” hematnya.

“Untuk itu, saya sangat berharap bapak/ibu dan saudara sekalian yang mengikuti rapat ini, bisa menghasilkan rencana hingga arah kebijakan kebencanaan yang tepat untuk Padangpariaman ke depannya,” tukas Rahmang.

Antisipasi Ancaman Bencana di Padangpariaman

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, menjelaskan bahwa Rapat Harmonisasi Program Destana dan Jalur Evakuasi Bencana Padangpariaman dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dijalankan selama ini.

BACA JUGA:  RPJMD Sumbar 2021-2026, Diduga Copy Paste RPJMD Padang

“Ini juga langkah untuk replikasikan kebijakan ini di nagari-nagari lainnya. Sehingga, kapasitas kelembagaan dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi potensi ancaman bencana di Padangpariaman ke depannya,” kata Budi.

Budi pun menjelaskan, Padangpariaman saat ini memiliki 10 Nagari Destana. Yakni Nagari Ulakan, Manggopoh Palak Gadang, Ulakan, Tapakis, Sunua Barat, Gasangadang, Malai V Suku, Pilubang, Guguak Kuranji Hilir, Koto Tinggi Kuranji Hilir, dan Kuraitaji.

“Dalam Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Gempa Bumi dan Tsunami Padangpariaman, kita sudah melakukan penyempurnaan data. Begitupun jalur evakuasi, lokasi TES dan TEA, serta Sumber daya yang dimiliki oleh OPD di lingkup Padangpariaman,” ungkap Budi.

Sekarang, imbuh Budi, BPBD Padangpariaman sedang melakukan finalisasi dokumen Renkon Gempa Bumi dan Tsunami tersebut. Setelah itu barulah dilaporkannya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kita juga mendapat dukungan dari BMKG melalui program sekolah lapangan gempa pada Juni ini. Selain itu, BMKG juga menghibahkan alat WRS terbaru untuk BPBD Padangpariaman,” tukas Budi.

BACA JUGA:  DPRD dan HMI Bukittinggi Cekcok saat Audiensi

Sementara itu, Fungsional Perencana Ahli Madya bPencegahan dan Kesiapsiagaan, Diah Rahmatini, membenarkan bahwa Padangpariaman memang termasuk daerah rawan bencana. Baik bencana geologi ataupun hidrologi. Ragam potensi ancaman bencana di Padangpariaman itu karena Padangpariaman diapit tiga lempeng. Yakni lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

“BNPB akan lebih mendetailkan lagi soal program di Padangpariaman ini. Yakni dengan melakukan pendanaan menggunakan dana pendampingan dari World Bank untuk Program Harmonisasi Pencegahan Tahun 2020-2024. Penyusunan rencana evakuasi harus memperhatikan standar yang semestinya, sehingga bisa lebih aplikatif ketika digunakan langsung oleh masyarakat,” sarannya.

Di sisi lain, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Eni Supartini, mengungkapkan bahwa program pencegahan risiko bencana yang didanai World Bank, memang harus dilaksanakan segera. Mulai dari program penguatan kelembagaan, penyempurnaan informasi risiko, serta penguatan budaya sadar bencana untuk menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat. (da.)


Temukan berita Padangpariaman hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan