Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Aliansi Mahasiswa Solok Minta Polemik di DPRD Diakhiri

  • Bagikan
Aliansi Mahasiswa Solok
Aliansi Mahasiswa Solok saat berorasi di depan kantor DPRD Kabupaten Solok. Mereka meminta agar polemik di lembaga legislatif tersebut diakhiri. (Foto: Istimewa)

Kabupaten Solok | Datiak.com – Geram dengan permasalahan yang ada di DPRD Kabupaten Solok, puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Solok (AMS) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Solok, Kamis (26/8). Mahasiswa mengkritik soal kisruh di DPRD Solok dalam sidang agenda pengesahan RPJMD 2021 yang digelar 18 Agustus 2021 lalu.

Aliansi Mahasiswa Solok yang dikoordinir Anggra Islami Dasya dan Hakim, awalnya berorasi di depan kantor DPRD Kabupaten Solok. Setelah melakukan negosiasi, mahasiswa akhirnya diterima beraudiensi dengan DPRD.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Solok, Anggra Islami Dasya, menyampaikan bahwa kedatangan mahasiswa dalam rangka audiensi bersama DPRD Kabupaten Solok. Menurutnya, adanya polemik di DPRD Kabupaten Solok saat ini. Misalnya soal pembahasan RPJMD dan adanya kericuhan pada saat sidang paripurna beberapa waktu yang lalu, telah membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Giliran Persatuan Mahasiswa Solok Suarakan Penolakan UU Ciptaker

“Kami telah mengirimkan surat terbuka terkait hal ini kepada pemerintah daerah, namun lantaran tidak adanya tanggapan, maka audiensi ini harus dilakukan,” jelasnya.

Adapun pointer dari Aliansi Mahasiswa Solok tersebut, meminta pemkab dan DPRD membuat RPJMD yang sah sesuai dengan aturan formil dan materil. Memaparkan RPJMD dan program program strategis kepada masyarakat.

Kemudian, meminta kepada seluruh anggota DPRD agar meminta maaf kepada masyarkat secara terbuka dan disiarkan melalui media. Lalu, Badan Kehormatan agar memproses dan memberikan sanksi anggota dewan yang terlibat kekisruhan pada sidang 15 Agustus 2021.

“Kami juga meminta bupati agar menimbang kembali atas perubahan atas Perbup 60 tahun 2020. Dan terakhir Badan Kehormatan agar menjalankan amanah nya sebaik baiknya sesuai dengan perundang undangan. Badan Kehormatan agar menjalankan amanahnya sebaik baiknya sesuai dengan perundang-undangan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kasus Narkoba di Pariaman Cenderung Meningkat

Dalam kesempatan itu, pimpinan dan anggota DPRD yang hadir menyepakati sejumlah komitmen dengan mahasiswa, mulai dari komitmen Pemerintah Daerah dan DPRD untuk menghasilkan RPJMD yang sah.

Tanggapi Aspirasi Aliansi Mahasiswa Solok

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir menyampaikan kepada mahasiswa bahwa secara kelembagaan DPRD Kabupaten Solok berkomitmen untuk menyampaikan permohonan maaf terhadap masyarakat atas kericuhan yang terjadi dan Badan Kehormatan bakal menjalankan tugas sesuai fungsi.

Sementara itu, Hafni Haviz, dari Gerindra, menyebut bahwa konflik yang terjadi di DPRD sama sekali tidak ada permasalahan pribadi, menurutnya apa yang terjadi saat sidang 18 Agustus lalu, murni karena adu argumentasi terhadap produk hukum DPRD Kabupaten Solok.

BACA JUGA:  Aksi Bela Rasulullah SAW di Sumbar Suarakan Boikot Produk Prancis

“Ke depannya kita akan selalu belajar setiap kesalahan, tapi kita juga siap berdinamika sepanjang bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kebutuhan masyarakat, kami akan menjalankan fungsi legislatif sebaik-baiknya,” pungkasnya. (da.)


Temukan berita Kabupaten Solok hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan