Adib Alfikri Sebut Tugas Wartawan Seperti Malaikat

  • Bagikan
Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri memberikan sambutan saat silaturahmi dengan wartawan yang bertugas di Padangpariaman. (Foto: Datiak.com)

Padangpariaman | Datiak.com – Pejabat sementara (Pjs) Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri, bersilaturahmi dengan awak media di hari keduanya memulai masuk kerja di Kantor Bupati Padangpariaman, Selasa (29/9). Dalam pertemuan itu, Adib menyelaskan tentang sejumlah target kerjanya selama 71 hari di Ranah Saiyo Sakato tersebut.

Kata Adib, silaturahmi dengan wartawan dilakukannya, karena ia memang suka berdiskusi dengan kalangan jurnalis itu. “Sebenarnya, silaturahmi dengan teman-teman media rencanakan saya kemarin (28/9). Namun, ada agenda pula dengan OPD, camat dan Forkopimda. Makanya saya baru bisa sekarang. Jadi saya mohon maaf,” ujar Adib dalam sambutannya.

Adib menjelaskan, baginya dekat dengan awak media penting dilakukan oleh penyelenggara pemerintah. Sebab, medialah yang akan mengotrol dan menyiarkan segala kerja pemerintahan. “Mohon maaf, kadang saya lihat ada pejabat ini “alergi” (takut) dengan wartawan. Kalau saya tidak, malah ingin dekat dengan media,” ungkap Adib yang juga Kepala Dinas Pendidikan Sumbar tersebut.

Menurutnya, wartawan adalah pekerjaan manusia. Bahkan ia menilai jurnalis layaknya malaikat yang mengawasi dengan mencatat kebaikan dan keburukan. “Apapun yang dilakukan teman-teman media itu pasti baik. Kalau mengkritik, pasti diklarifikasi dan dikonfirmasi. Jadi bukan berarti mencari-cari masalah,” hematnya.

BACA JUGA:  Rp 145 Miliar Untuk Warga Terdampak Corona

Untuk itu, Adib berharap selama dirinya bertugas sebagai Pjs Bupati Padangpariaman, awak media selalu memberikan masukan dan mengawal kerja pemerintahan di sana. Sehingga, apa yang akan dilakukannya dengan jajaran Pemkab Padangpariaman, berjalan tanpa adanya pelanggaran.

Tepis Isu Misi Khusus

Setelah memberikan sambutan dan menjelaskan target kerjanya semala 71 hari di Pemkab Padangpariaman, Adib Alfikri dihujani sejumlah pertanyaan dari awak media. Pertanyaan terakhir pun cukup menggelitik Adib. Yakni yang disampaikan jurnalis TVRI, Abdul Syahril. Syahril bertanya apakah Adib mendapat tugas khusus di Padangpariaman, mengingat ia sangat dekat dengan Irwan Prayitno yang dikenal sebagai kader terbaik PKS?

Mendapatkan pertanyaan itu, Adib tertawa. Sehingga, ia memilih mendahulukan untuk menjawab pertanyaan Syahril. Adik Irwan Prayitno tersebut mengakui dirinya memang berada di lingkungan keluarga yang kental dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, tidak ada sedikitpun tersirat dibenaknya ataupun Irwan Prayitno soal dukung-mendukung salah satu calon gubernur.

“Sebenarnya saya ingin sampaikan hal itu tadi. Tapi saya tidak berani memulainya. Kebetulan buya (Syahril) mempertanyakan, saya akhirnya bisa menjelaskan,” ujar Adib memulai merespons pertanyaan Syahril.

BACA JUGA:  Nelayan Warga Desa Sigapokna Belum juga Ditemukan

Ia mengaku, selama ini memang mendengar isu bahwa dirinya ditugaskan untuk misi khusus di Padangpariaman. Salah satunya soal menang-memenangkan salah satu pasangan calon. Namun, katanya isu itu tidaklah benar, karena dirinya ditugaskan di Padangpariaman setelah memenuhi serangkaian penilaian.

“Pertama saya tidak bisa meninggalkan tugas di Disdik Sumbar. Kedua saya sumando (menantu) orang Padangpariaman. Ketiga, InsyaAllah saya memiliki banyak jaringan di sini, yaitu rekan-rekan saya sesama di organisasi dulunya,” ungkap mantan Ketua KNPI Sumbar tersebut.

Lantaran tidak bisa meninggalkan Disdik Sumbar, dirinya ditetapkan ditugaskan di Padangpariaman, sehingga tetap bisa masuk dan mengontrol kondisi Disdik Sumbar. “Sebagai sumando, InsyaAllah sedikit banyaknya saya memahami tentang Padangpariaman. Terlebih kebanyakan rekan-rekan saya yang dulu di organisasi, kini sudah menjadi pejabat di Padangpariaman,” ungkapnya.

Menyangkut soal lingkungan keluarganya yang kental dengan PKS, Adib mengatakan sedikitpun tidak akan mempengaruhi dirinya sebagai PNS. Sebab, keluarga sudah terbiasa profesional dalam bersikap dan bertindak. “Jujur, soal partai mungkin saya lebih dikenal sebagai orang PAN. Sebab waktu di organisasi mahasiswa Muhammadiyah, saya terlibat dalam pendirian PAN,” ungkapnya.

Pernyataan dan kejujuran Adib pun mendapat sambutan tepuk-tangan kalangan wartawan di sana. “Terima kasih teman-teman, mohon dukungannya agar saya bisa menyelesaikan empat target prioritas di sini. Yakni melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan, menangani Covid-19 dengan maksimal, menyelesaikan pembahasan APBD 2021 dan membuat Pilkada 2020 berjalan aman dan sukses,” pungkas Adib.

BACA JUGA:  Wagub Sumbar Minta Mentawai Pertahankan Predikat 3T?

Sedangkan Ketua PWI Padangpariaman, Ahmad Damanuri mengatakan Adib Alfikri memang seorang terdidik dengan baik sebagai aktivis. Sehingga, ia memahami peran dan tanggung jawab pers di tengah-tengah masyarakat. Hal itu menurutnya karena tugas pers dan aktivis nyaris sama.

“Kita memang merasakan kondisi sekarang berbeda dengan dahulu. Sekarang, situasi politik bisa membuat wartawan dituduh menjadi sumber kegaduhan atau sejenisnya. Ini yang harus kita perjelas di masyarakat bahwa tidak ada wartawan yang berpihak selain kepada publik,” ujar pria yang akrab disapa Tuangku tersebut.

Menurutnya, keberadaan pejabat seperti Adib, akan membantu memberikan pencerahan tentang media kepada jajarannya ataupun masyarakat. Meskipun hal itu sebenarnya tugas para insane pers. “Makanya kami sangat berterima kasih dengan pertemuan hari ini. Saya tidak menyangka pertemuan ini diadakan. Ini sebuah silaturahmi yang berkesan,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan