Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Zafrul Zamzami yang Buron Delapan Tahun Tertangkap

  • Bagikan
Zafrul Zamzami (tengah) tampak menggunakan baju koko dan kupiah serta kain sarung saat diamankan Tim Intelijen dan Pidana Khusus Kejati Sumbar dan Tim Kejari Sijunjung, Selasa (1/9). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Zafrul Zamzami mengakhiri pelariannya selama delapan tahun di salah satu rumah yang berada di Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Hal itu setelah ia ditangkap tim Intelijen dan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, Selasa (1/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

Seperti diketahui, mantan Kepala Dinas Koperindag dan Penanaman Modal Kabupaten Sawahlunto Sijunjung ini, terjerat kasus bantuan dana bergulir koperasi, untuk pengembangan usaha dan penggemukan sapi potong impor dari Kementerian Koperasi Negara dan UMKM pada tahun 2003.

Diketahui, Zafrul Zamzami masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dirilis kejaksaan sejak November 2012. Eksekusi tersebut dilakukan tim gabungan kejaksaan atas status terpidana kasus korupsi yang menjerat Zafrul.

BACA JUGA:  Kantor Bupati dan Fasilitas Umum Didisinfeksi Lagi

Proses persidangannya telah berjalan panjang mulai dari putusan Pengadilan Negeri. Kemudian banding ke Pengadilan Tinggi, lalu ke tingkat kasasi. Putusan terakhir yang menjadi dasar eksekusi adalah putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2116K/pid.sus/2010 tertanggal 26 Mei 2011.

Dengan amar mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi yaitu jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Sijunjung, membatalkan putusan PT Pdg no.151/PID/2007/PT.PDG, dan mengadili sendiri perkara.

Majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer. Namun menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan menjatuhkan pidana tiga tahun, denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Usai ditangkap, Zafrul yang kini sudah berusia 68 tahun itu, tampak mengenakan baju koko dan kain sarung. Ia pun langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumbar untuk menjalani sejumlah proses administrasi. Selanjutnya dibawa ke Sijunjung untuk dijebloskan ke penjara.

BACA JUGA:  Lari dari Rumah, si Ayah Mencari hingga Menghamili Anaknya

“Terpidana ditangkap tanpa perlawanan ketika hendak keluar rumah, dan bersikap kooperatif ,” kata Asisten Intelijen Kejati Sumbar Teguh Wibowo, di Kantor Kejati Sumbar, Selasa (2/9).

Tinggal Enam Buronan

Ditangkapnya Zafrul, tambahnya, berarti tinggal enam orang terpidana kasus korupsi yang masuk dalam DPO atau buronan Kejati Sumbar. Yakni Ramli Ramonasari, Khuslaini, Juniadi, Ali Basyar, Agustinus Tri Siwi Roy, lalu Dodi Bashwardjojo.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pusat di bidang intelijen Kejaksaan Agung untuk memburu buronan ini. Kami akan monitor terus dengan berbagai cara. Sesuai moto kami, tidak ada tempat di Indonesia bagi para buronan. Untuk itu kami minta sebaiknya menyerahkan diri saja,” tegasnya. (da.)

  • Bagikan