Yono, Warga Sioban yang Sulap Kayu Terdampar jadi Bernilai

Peminat dari Berbagai Daerah di Indonesia

  • Bagikan
yono warga sioban
Babinsa Koramil 03 Sioban Serda Subroto, saat melihat kayu yang akan digunakan Yono sebagai bahan baku pembuatan perabotan rumah. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai |Datiak.com – Yono (56 tahun), salah seorang warga Dusun Padarai, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, menciptakan perabot menarik dari kreativitasnya. Pria yang sudah lama bergelut di bidang mebel ini, menyulap kayu-kayu terdampar menjadi bernilai ekonomis.

Misalnya saja, kayu dari pohon bakau atau durian yang sudah mati. Kebanyak orang di sana, hanya memandangnya untuk kayu bakar. Namun, di tangan Yono, kayu itu bisa menjadi produk yang menarik. Misalnya kursi, meja, bahkan lemari hias.

“Awalnya, saya cuma mencoba buat perabot pribadi (untuk rumahnya). Ternyata, ada warga yang tertarik dengan perbot itu langsung saja membelinya,” ungkap Yono ketika ditemui di lokasi usaha mebelnya.

Melihat potensi tersebut, dirinya langsung termotivasi untuk mengembangkan usahanya. Jadi, tidak saja monoton pada produk mebel umumnya. “Sebelumnya, saya menjalankan usaha seperti kebanyakan tukang perabot,” ungkapnya.

“Namun, sejak 3 tahun belakang, saya juga fokus untuk produk-produk seperti ini. Bahan bakunya juga aman, karena dari kayu yang sudah tidak mati atau kayu terbuanglah,” imbuhnya.

Untuk harga, karya-karyanya itu dibanderol cukup murah. Misalnya kursi, hanya Rp 800 ribu per setnya (4 unit kursi). Sedangkan meja hias dijual dengan harga Rp 500 ribu per unit. “Kalau lemari hias, saya jual dengan harga Rp 1,2 juta,” bebernya.

Tidak saja di Mentawai, ternyata buah kreativitas Yono tersebut juga sudah menjajaki berbagai daerah di Indonesia. “Insya Allah, setiap usaha dan keinginan kita untuk berkreativitas pasti akan membuahkan hasil sesuai harapan kita,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Babinsa Koramil 03 Sioban Serda Subroto, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Yono. Sebagai aparat teritorial yang bertanggung jawab atas daerah binaannya, Subroto merasa terbantu dalam mendorong masyarakat prduktif dan kretatif.

“Semoga apa yang dilakukan bapak Yono ini bisa menjadi inspirasi masyarakat lainnya di Mentawai, khususnya Desa Sioban. Sehingga, perekonomian masyarakat kian mengalami pertumbuhan,” tukasnya. (da.)

Baca berita Kepulauan Mentawai hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan