Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Warga yang Kontak dengan Positif Corona Menolak Rapid Test

  • Bagikan
Petugas medis saat mengambil sampel darah salah seorang warga Dharmasraya yang diduga terpapar covid-19 untuk dilakukan rapid test. (Foto: Istimewa)

Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mendata sebayak 11 orang warganya yang diduga terpapar covid-19 atau virus corona. Sebab, mereka memiliki riwayat kontak dengan J dan R, warga Dharmasraya yang sudah dinyatakan positif virus asal Wuhan, Hubai, Tiongkok tersebut.

Kesebelas orang itu pun diminta mengikuti rapid test (tes cepat) dan pengambilan sampel swab di RSUD Sungai Dareh. Namun, hanya 4 orang yang mengikuti uji cepat guna mendeteksi virus mematikan tersebut. Sedangkan pengambilan sampel swab, hanya diikuti sebanyak 5 orang.

Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Dharmasraya, Rahmadian. Pihaknya sangat menyayangkan keputusan warga yang tidak ikut tes cepat tersebut. Begitupun yang mangkin untuk pengambilan sampel swab.

“Ini (tes cepat dan pengambilan sampel swab, Red) sesuai protokol Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Warga yang diminta mengikutinya, seharusnya datang karena ini demi keselamatan bersama, terutama keluarga mereka (warga terduga terpapar covid-19, Red),” ujar Rahmadian, Senin (20/4).

Dalam aturannya, imbuh Rahmadian, setiap orang yang dicurigai terpapar covid-19, harus mengikuti satu kali rapid test, lalu sampel swab-nya diambil dua kali. “Kami menilai warga yang tidak datang rapid test dan pengambilan sampel swab itu, masih beranggapan bahwa positif covid-19 adalah hina atau aib,” hematnya.

Dari informasi yang diperoleh pihaknya, warga yang tidak ikut rapid test dan pengambilan swab itu, beralasan karena dirinya merasa sehat. Padahal, menurutnya orang yang perlu diwaspadai memang kondisinya tampak sehat saja.

“Kalau pada orang (terpapar covid, Red) yang sakit, sudah jelas keluhannya. Misalnya demam, batuk, atau sesak nafas,” katanya.

“Jadi, kami memohon dengan kerendahan hati, agar warga yang diduga terpapar itu segera mengikuti rapid test dan pengambilan swab-nya,” tegas Rahmadian.

Dari data yang dihimpun Datiak.com di website resmi Dharmasraya Tanggap Corona, Senin (20/4), tercatat Jumlah Pelaku Perjalanan ke daerah Terjangkit (PPT) sebanyak 3.856 orang. Sebanyak 2.739 orang PPT sudah selesai proses pengamatan. Sedangkan 1.117 orang lainnya masih dalam proses pengamatan.

Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di sana, tercatat sebanyak 246 orang. Namun, hanya 15 orang yang masih dalam proses pemantauan. Lalu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terdata sebanyak 4 orang. 3 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 1 orang lagi masih dalam proses perawatan. (da.)

BACA JUGA:  TA Sembuh, Malah Ibunya yang Positif Corona
  • Bagikan