Wabup Padangpariaman Turun Lomba Memancing di Batanganai

  • Bagikan
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi Camat Batanganai Suhardi ikut lomba memancing bersama masyarakat Dusun Baru, Nagari Kasang (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Ikatan Pemuda Dusun Baru (IPDB) Korong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batanganai, menggelar lomba memancing ikan bertajuk Batajau Mambukak Ikan Larangan, Minggu (2/8). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur.

Suhatri Bur mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh IPDB tersebut. Ia menilai, kegiatan itu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. “Selain mengajak pemuda Dusun Baru untuk melakukan kegiatan positif, juga bermanfaat untuk mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.

Tidak itu saja, ia juga menilai kegiatan tersebut sangat menarik untuk aktivitas pariwisata. Hal itu dapat terwujud apabila dibenahi dan dimanajerial sebaik mungkin. “Banyak potensi yang bisa kita kembangkan dari kegiatan di masyarakat. Salah satunya memancing ini bisa disinkronkan dengan pariwisata atau kegiatan lainnya,” hemat Suhatri Bur.

BACA JUGA:  Lelang Jabatan Sekda Padangpariaman ke PNS se-Sumbar

Untuk mencapai itu, dirinya berkomitmen untuk merumuskannya dengan dinas terkait di Pemkab Padangpariaman. Sehingga, aktivitas memancing yang sudah membudaya hampir di seluruh nagari di sana, tetap dilestarikan demi menggeliatkan perekonomian kecil menengah.

“Kalau dikembangkan dengan baik, potensi ini bisa menggeliatkan ekonomi skala besar juga ke depannya,” ucapnya optimis.

Senada, Camat Batanganai, Suhardi mengatakan, kegiatan memancing banyak memberikan nilai positif bagi masyarakat Batanganai. Salah satunya menjalin kebersamaan dan kekeluargaan antarwarga. Apalagi lomba mancing digelar bertepatan dengan momen Idul Adha 1441 H.

Sementara, Ketua Pelaksana Lomba Memancing, Jerry, mengatakan bahwa lomba itu agenda wajib pemuda yang tergabung dalam IPDB. Di masyarakat Piaman, berbagai kegiatan ekonomi, sosial, seni dan budaya sudah menjadi tradisi yang disebut batajau.

“Batajau biasanya digelar oleh kalangan perguruan silek atau pegiat tradisi Tambua Tasa. Nah, spirit guyub dan gotong-royong ini yang kita ambil,” kata Jerry.

Dana yang didapatkan melalui lomba ini akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Selain itu, juga digunakan untuk membangun rumah ibadah di sekitar Dusun Baru,” ujarnya.

Ia ingin kegiatan ini semakin ditingkatkan kualitasnya dan mendukung semua kegiatan positif lainnya seperti pelestarian budaya yang selalu didengungkan oleh IPDB. (da.)

  • Bagikan