Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Wabup Padangpariaman Dukung Aturan Perlindungan Pekerja Migran

  • Bagikan
Perlindungan Pekerja Migran
Wabup Padangpariaman, Rahmang, saat menyampaikan pendapatnya dan dukungan Pemkab Padangpariaman terkait perlindungan pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Sumatera Barat. (Foto: Humas Pemkab Padangpariaman)

Padang | Datiak.com – Wakil Bupati Padangpariaman, Rahmang mengikuti sosialisasi yang digelar Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), di Auditorium Gubernuran, kemarin (7/6). Materinya menyangkut Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017, tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Syuir Syam, serta bupati/wali kota dan unsur Forkompinda se-Sumatra Barat. “Kita sangat mendukung regulasi atau aturan yang dapat melindukungi pekerja migran,” ujar Rahmang usai rapat tersebut.

Menurutnya, setiap warga Indonesia memiliki hak ataupun kesempatan yang sama. Siapapun mereka, bisa memperoleh penghidupan yang layak. Salah satunya dalam hal pekerjaan. “Soal hak warga Indonesia, sudah jelas dalam Undang Undang Dasar kita,” hemat Rahmang.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyatakan komitmen mendukung aturan perlindungan pekerja migran. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat koordinasi terbatas tersebut.

“Kita mengimbau seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten/kota di Sumatera Barat agar mendukung penuh Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 ini,” ujar gubernur yang disapa buya tersebut.

Menurutnya, dalam UU 18/2017 telah dijelaskan segala hal mengenai perlindungan pekerja migran. Jadi, pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota di Sumbar, harus andil dalam mengurus para tenaga kerja migran. “Ke depan kita akan mengoptimalkan pelatihan keja untuk calon pekerja migran dari Sumatera Barat ini,” janjinya.

Dengan mendukung SDM Sumbar menangkap peluang kerja di luar negeri, menurutnya dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran nantinya. “Peluang kerja di luar negeri itu sangat banyak. Baik di bidang kesehatan, pendidikan ataupun perkebunan,” katanya.

Selain itu, ia juga melihat bahwa negara yang dapat dituju oleh pekerja migran asal Indonesia juga banyak. Jadi, tidak saja di Asia, tetapi bisa juga di Eropa. Hal itu lantaran penduduk Eropa saat ini sangat membutuhkan tenaga muda. “Sekarang, penduduk Eropa itu lebih banyak berusia tua,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, dalam sosialisasi tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap Pemprov Sumbar serta pemkab dan pemko se-Sumatera Barat. Menurutnya, pemerintah di Ranah Minang itu sudah lebih dahulu menerapkan perlindungan pekerja migran dari daerahnya. (da.)

  • Bagikan