Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Vaksinasi Covid-19 di Pariaman Diperkirakan Februari

  • Bagikan
Vaksin sinovac yang dipercaya dapat menjadi pelindung tubuh sehingga terhindar dari paparan Covid-19. (Ilustrasi: Istimewa)

Pariaman | Datiak.com – Vaksinasi Covid-19 di Pariaman diperkirakan mulai dilakukan Februari mendatang. Sekarang, tujuh Puskesmas di Kota Pariaman sudah dipersiapkan menjadi lokasi penyuntikan vaksin sinovac tersebut.

“Informasi yang kami terima dari Dinkes Sumbar, kabupaten/kota selain Pesisir Selatan dan Padang pelaksanaannya Februari mendatang,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah.

Pihaknya saat ini masih menunggu informasi lanjut. Pendistribusian vaksin virus corona itu pun belum ada masuk ke Kota Pariaman. Walau demikian, Kota Pariaman sudah menyiapkan gudang farmasi yang untuk menyimpan vaksin sebelum dibagikan ke tujuh Puskesmas di sana.

Ia turut mengungkapkan bahwa peserta pertama yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Pariaman yaitu tenaga medis. Jumlanya sebanyak 785 orang. Sedangkan sasaran vaksin selain tenaga kesehatan sebanyak 46.583 jiwa.

Wali Kota Pariaman Genius Umar menyatakan kesiapannya untuk mengikuti penyuntikan, apabila vaksin sinovac itu sudah sampai di Kota Pariaman. Hal tersebut sesuai arahan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Sumbar tentang penyuntikan vaksin Covid-19.

Genius menilai, solusi untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan vaksin. Tujuannya untuk memastikan bahwa semakin banyak warga yang memiliki kekebalan terhadap virus corona, setelah dilakukannya vaksinasi.

Untuk itu, Genius mengimbau warga Pariaman terutama tenaga medis yang akan menjalani penyuntikan vaksin agar proaktif. Sehingga, nantinya mereka bisa menjadi inspirasi bagi warga Kota Pariaman untuk mengikuti pelaksanaan vaksin pada tahap kedua.

Masyarakat Cemas

Jelang realisasi vaksin sinovac membuat sejumlah warga di Kota Pariaman cemas. Alasannya karena vaksinasi tidak terlalu penting bagi mereka. “Sejauh ini kita di kampung masih antara percaya dan tidak dengan virus corona ini. Virus ini pasti ada, tetapi tidak seberbahaya yang dibayangkan,” hemat Andre (36 tahun), salah seorang warga Kota Tabuik tersebut.

Untuk itu, secara pribadi dirinya belum dapat menerima untuk divaksinasi. Sebab, dirinya merasa ancama Covid-19 di perkampungan tidak sebesar di daerah kota. “Saya sekeluarga pasti akan berusaha menghindari vaksin ini. Terlebih kami merasa sehat semua,” tegasnya.

Andre menilai, seharusnya pemerintah lebih fokus untuk benar-benar memaksimalkan pengetatan protokol kesehatan. Pasalnya, ia melihat masih banyak terjadi pelanggaran protokol di masyarakat bahkan instansi pemerintahan.

“Jangan yang ini belum tuntas, dilanjutkan dengan kebijakan lainnya. Percuma divaksinasi kalau masih banyak pelanggaran protokol kesehatan,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan