Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Tunggu Hasil Hitung Kerugian Dugaan Korupsi Masjid Raya Sumbar

  • Bagikan
Oknum ASN Pemprov Sumbar berinisial YR (pakai masker donker) digiring menuju mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi infak Masjid Raya Sumbar. Sekarang, kelanjutan kasus ini masih menunggu hasil hitung kerugian negara oleh auditor Inspektorat Provinsi Sumbar. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Tindaklanjut dugaan korupsi infak Masjid Raya Sumbar menunggu hasil hitung kerugian negara dikeluarkan Rabu depan (29/7). Penghitungan kerugian tersebut, kini dilakukan auditor Inspektorat Provinsi Sumbar. Hal itu diungkapkan oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, M Fatria, Jumat (24/7).

Jika penghitungan kerugian negara selesai dan hasilnya keluar, imbuh Fatria, Kejati Sumbar langsung merampungkan berkas dan membuat surat dakwaan. “Setelah itu (hasil hitung kerugian negara keluar, Red), kami langsung limpahkan ke pengadilan untuk penuntutan,” ungkap Fatria.

Sedangkan Kepala Kejati Sumbar Amran mengatakan, tidak ada penanganan perkara yang terkendala di Kejati Sumbar pada semester satu 2020 ini. Baik perkara pada pidana umum maupun pidana khusus.

“Semua bisa diproses meskipun melalui sistem online. Terlebih pidana khusus seperti korupsi, walaupun ada keterbatasan, penanganannya tetap berjalan dan tidak ada yang terhenti,” ucapnya memastikan.

Saat ini, imbuhnya, Kejati Sumbar menangani tiga penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi. Yakni menyangkut infak Masjid Raya Sumbar, pengadaan alat pembakaran limbah (insinerator), dan pengadaan kamar operasi RSUD Dr Adnaan WD Payakumbuh.

“Saya sudah perintahkan Aspidsus agar kasus dugaan penyelewangan infak Masjid Raya Sumbar secepatnya masuk ke ranah penuntutan. Begitu juga dengan perkara lain, segera naik dari penyelidikan ke penyidikan,” tegas Amran.

Seperti diketahui, Kejati Sumbar telah menetapkan salah seorang ASN Pemprov Sumbar berinisial YR, sebagai tersangka dugaan penyelewangan infak Masjid Raya Sumbar dan APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019, Jumat (19/6).

Dalam kasus itu, dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada empat mata anggaran. Yakni infak Masjid Raya Sumbar sekitar Rp 892,6 juta, dana Unit Pengumpul Zakat Tuah Sakato 2018 Rp 375 juta, dana sisa Peringatan Hari Besar Islam 2018 Rp 92 juta, dan dana APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar 2019 Rp 718 juta. Total keseluruhannya yang diduga diselewengkan sekitar Rp 2 miliar lebih. (da.)

  • Bagikan