Tujuh Rumah Terbakar, 13 KK Ditaksir Rugi Rp 1 Miliar

  • Bagikan
Petugas bersama warga saat memadamkan api tujuh rumah terbakar di Jorong Tigo Batua, Nagari Parambahan, Kecamatan Limo Kaum. (Foto: Istimewa)

Tanahdatar | Datiak.com – Sebanyak tujuh rumah terbakar di Jorong Tigo Batua, Nagari Parambahan, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanahdatar, Rabu (19/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Tujuh rumah terbakar itu dihuni 13 kepala keluarga (KK) atau 39 jiwa. Pemilik rumah yaitu Yogi Fernandes dengan jumlah keluarga 4 orang. Kemudian rumah Palnioto (3 orang), rumah Syafrizal AS, Miko, Irvan, Afdal yang dihuni 12 orang. Sedangkan rumah Rosi Deswanti dan Rafdinur dihuni 6 orang, rumah Nofrizal, Irman, dan Repi dihuni 10 orang, rumah Gustamar (2 orang), dan Rumah Emi (2 orang).

Kebakaran diduga karena hubungan arus pendek litsrik di salah satu rumah. Api cepat berkobar dan melahap bangunan. Warga sekitar dibuat histeris dan panik. Sementara itu, puluhan personel pemadam harus berjibaku memadamkan kobaran api.

BACA JUGA:  Ibu dan Anak Tersangkut Kabel Listrik di Tiku

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanahdatar Yusnen mengatakan, untuk memadamkan api pihaknya menurunkan 30 personel dengan lima unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Tanahdatar. Selain itu, dibantu 1 unit mobil pemadam Pemko Padangpanjang dan 2 unit mobil PDAM untuk suplai air.

Pihaknya masih mencari tahu penyebab kebakaran itu. Namun, dugaan sementara kebakaran dipicu karena adanya hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati dari bahaya yang dapat menimbulkan bencana kebakaran,” imbau Yusnen seraya mengatakan untuk saat ini para korban mengungsi ke rumah saudara dan tetangga terdekat.

Wali Nagari Parambahan Roby Yasdi menyebut, berdasar informasi sementara dan saksi dari masyarakat, api diduga berasal dari arus pendek listrik dan menghanguskan 7 unit rumah tersebut.

BACA JUGA:  Tersangka Dugaan Korupsi Infak Masjid Raya Sumbar Sudah Dekat

”Diperkirakan kerugian mencapai Rp 1,1 miliar karena api cepat menjalar, sehingga tidak ada barang yang mampu diselamatkan,” ujarnya.

Ia bersyukur, karena dalam insiden itu tidak ada korban jiwa. Untuk warga yang tertimpa musibah sudah diungsikan pihaknya di beberapa tempat dan ada juga ke rumah keluarganya.

Sementara itu Wakil Bupati Tanahdatar Zuldafri Darma langsung mendatangi lokasi kebaran usai mendapat informasi. “Tentu musibah ini tidak ada yang menginginkannya, namun ini sudah ketetapan dari Allah SWT, tetap bersabar dan berusaha ikhlas atas cobaan ini,” ujarnya.

Atas nama pemerintah daerah, pihaknya menyerahkan bantuan berupa logistik sementara. “Bantuan berupa beras, telur, lauk pauk dan beberapa item lainnya ini bantuan dari Kemensos RI melalui Dinas Sosial Tanahdatar. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan korban yang ditimpa musibah saat ini,” tambahnya.

BACA JUGA:  Warga Temukan Mayat dan Motor asal Bukittinggi

Ia mengimbau masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap berbagai potensi musibah. “Covid-19 di Tanahdatar masih belum habis, tetap waspada dan tetap terapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, terutama memakai masker. Kemudian karena cuaca yang kerab berubah, juga diimbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi kebakaran, banjir ataupun tanah longsor. (da.)

  • Bagikan