Kamis, 22 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Tragedi Gunung Marapi, Polda Sumbar bakal Panggil 2 Pihak

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, saat memberikan keterangan pers, Senin (11/12/2023). (Foto: GoParlement)
246 pembaca

Padang | Datiak.com – Tragedi Gunung Marapi tidak berakhir setelah ditemukannya para korban. Namun, Polda Sumbar memastikan akan memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam pemberian izin pendakian Gunung Marapi tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, Senin (11/12/2023). Katanya, pemanggilan para pemberi izin untuk mendalami faktor-faktor yang berkontribusi pada tragedi tersebut.

Ditreskrimum Polda Sumbar berencana melakukan pemanggilan terhadap para pemangku kebijakan terkait perizinan bagi pendaki Gunung Marapi, pada Rabu (13/12/2023). “Surat pemanggilannya telah dikirimkan,” kata Dwi Sulistyawan.

Ia pun menjelaskan, ada dua pihak yang dipanggil ke Polda Sumbar besok, untuk memberikan keterangan. Yakni Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pemeriksaan terhadap BKSDA Sumbar akan difokuskan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian Gunung Marapi. Dwi menyatakan bahwa penanggung jawab Gunung Marapi, dalam hal ini BKSDA, menjadi fokus utama pemeriksaan karena jumlah korban yang cukup tinggi.

Pihak berwenang akan mendapatkan keterangan dari penanggung jawab Gunung Marapi untuk memahami lebih lanjut SOP yang diterapkan oleh BKSDA Sumbar. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah pendaki telah mematuhi SOP atau tidak.

“Pemeriksaan akan melibatkan seluruh pihak terkait perizinan pendakian di Gunung Marapi, dari petugas lapangan hingga penanggung jawab BKSDA. Jadi, satu-satu akan kami panggil,” tegas Dwi Sulistyawan.

Dwi menegaskan bahwa jika terbukti adanya kelalaian dari penanggung jawab Gunung Marapi, mereka dapat dijerat Pasal 359 KUHP. “Pasalnya ada, kalau terbukti mereka terancam Pasal 359 KUHP,” tukas Dwi.

Untuk diketahui, tragedi Gunung Marapi pada Minggu (4/12) menyebabkan 23 pendaki meninggal dunia, 52 orang luka-luka, dan sejumlah lainnya masih menjalani perawatan. Tragedi Gunung Marapi pun benar-benar mengejutkan publik Sumbar, bahkan skala nasional.

Pemeriksaan pihak terkait diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai izin pendakian dan tindakan pencegahan yang perlu diperkuat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (*)