Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Tingkatkan Ekonomi dengan Mengolah Sampah

  • Bagikan
Plt Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, saat menyerahkan Sertifikat Pupuk Kompos Cair Berstandar Nasional Indonesia (SNI). Ia menilai pengolahan sampah secara kreatif bisa Tingkatkan Ekonomi. (Foto: Humas)

Pariaman | Datiak.com – Sampah jika dikelola dengan baik tak lagi jadi masalah namun justru menguntungkan. Sampah bisa menghasilkan ekoenzim yang memiliki daya jual yang dapat tingkatkan ekonomi pelakunya. Seperti dilakukan kelompok Bank Sampah Tunas Muda Kelurahan Jawi-Jawi II. Generasi muda di kelompok ini berinovasi dalam pengelolaan sampah.

Sampah ini dikelola dengan baik bertujuan agar tidak mengganggu kesehatan, kebersihan dan lingkungan sekitar bahkan menambah penghasilan. Langkah maju kelompok ini terus dipacu dengan melakukan pendidikan kepada generasi milenial.

Tujuannya untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya ekoenzim yang sangat bermanfaat dengan kondisi pandemi Covid-19 sekarang. Sebab, hasilnya tentu bisa mendukung tingkatkan ekonomi para pelaku usahanya. Di samping, sampah juga bisa diolah untuk pupuk kompos hingga dijadikan desinfektan.

BACA JUGA:  Penolakan UU Ciptaker di Sumbar Semakin Ramai

“Kami memberi penghargaan dan mengapresiasi yang tergabung dalam Bank Sampah Tunas Muda Kelurahan Jawi-Jawi II. Semoga inovasi ini terus dilakukan untuk mengacu dalam permasalahan sampah. Sebab permasalahan sampah tidak hanya dalam rumah tangga tetapi menjadi permasalahan nasional,” kata Plt Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, saat Pelatihan dan Penyerahan Sertifikat Pupuk Kompos Cair Berstandar Nasional Indonesia (SNI) serta Launching Akustik Pariaman (Ayo Kumpul Sampah Plastik Retrebusi Aman).

Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Kelurahan Jawi-Jawi II dengan Kampus Dharma Andalas, di Bank Sampah Tunas Muda Kelurahan Jawi-Jawi II Kecamatan Pariaman Tengah. Mardison Mahyuddin juga mengimbau seluruh LPM, karang taruna dan generasi milenial di desa dan kelurahan untuk memacu semangat untuk menjadikan sampah sebagai sahabat. Jangan sampai diabaikan karena akan menjadi penyakit.

BACA JUGA:  Ancaman Stunting Patut Diwaspadai di Masa Pandemi Covid-19

Dalam kondisi Covid-19 Kota Pariaman harus bersih. Kalau sudah bersih tidak akan ada permasalahan, tentu saja kondisi Covid-19 bisa kita tekan terus dengan pengolahan sampah yang baik dan sempurna,” harapnya. (da.)

  • Bagikan