Tiga Oknum ASN di Mentawai jadi Tersangka

  • Bagikan
Kepala Kejari Kepulauan Mentawai, Syamsuardi saat diwawancarai awak media sebelum masa pandemic Covid-19. Kali ini, Syamsuardi mengungkapkan ada tiga oknum ASN di Mentawai jadi tersangka dugaan korupsi dana PID. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Mentawai menetapkan tiga oknum ASN di Mentawai jadi tersangka dugaan korupsi. Yakni RJ, selaku Pengguna Anggaran, MS selaku PPTK dan EEH, sebagai bendahara. Hanya saja, belum dilakukan penahanan terhadap para tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kegiatan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PID), di Kecamatan Pagai Selatan tahun 2018 itu.

“Betul. Kita sudah menetapkan tiga tersangka oknum ASN di kantor Camat Pagai Selatan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan PID. Nilai kerugian Negara ditimbulkan lebih kurang Rp 658 juta,” kata Kepala Kejari Kepulauan Mentawai, Syamsuardi, kepada wartawan, Rabu (4/11).

Dia mengatakan sebelumnya Kejari Kepulauan Mentawai telah melakukan penyidikan dengan nomor: Print-552/L3.22/Fd.1/08/2020 tanggal 13 Agustus 2020. Sangkaan pelanggaran primair Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atau Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA:  840 Orang Disanksi di Padang karena Langgar Protokol Kesehatan

Dia menyampaikan kepada wartawan agar menunggu informasi lanjutannya. “Bersabar saja. Tunggu saja informasi lanjutannya ya,” pungkas Syamsuardi.

Sebelumnya, pada 19 Oktober 2020, Bupati Kepulauan Mentawai diwakili oleh Sekretaris Daerah, Martinus Dahlan mengganti 4 camat di wilayah Kepulauan Mentawai. Salah Satu di antaranya, camat Pagai Selatan yang digantikan oleh Andar Sabelau.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Arsenius mengaku, belum mengetahui informasi tersebut. Dia mengatakan, tidak ada kaitan pergantian camat dengan dugaan kasus yang menjeratnya. “Pergantian kemarin itu, merupakan kewenangan dari Bapak Bupati. Saya sendiri, secara pribadi tidak mengetahui latar belakang pergantianya,” ungkapnya.

Terkait tiga oknum ASN di Mentawai jadi tersangka tersebut, Kepala Inspektorat Kepulauan Mentawai, Miko Siregar yang dihubungi wartawan, belum memberikan tanggapan. (da.)

  • Bagikan