Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Test Pack Dua Garis Samar Buat Calon Ibu Ragu?

  • Bagikan
Ilustrasi hasil test pack dua garis. (Foto: Istimewa)

Pasangan muda sudah pasti sangat ingin mempunyai si baby kecil nan lucu. Sehingga, mereka selalu mencari tahu tentang kehamilan. Salah satunya menyangkut hasil test pack. Sebab, tak jarang hasil test pack yang membuat si calon ibu dan ayah ragu. Salah satunya soal dua garis samar.

Untuk itu, kali ini Datiak.com menghimpun informasi dari para dokter ahli kandungan, terkait tanda-tanda kehamilan. Ternyata, terdapat bentuk kehamilan yang pasti dan tidak pasti. Hal itu bisa dicek oleh calon ibu setelah ia telat menstruasi.

Tanda kehamilan tidak pasti yang harus dipahami calon ibu, yaitu sering berkemih, pembesaran dan nyeri payudara, mual, perasaan lelah, serta flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding rahim.

BACA JUGA:  Imbau Warga Menunda Kehamilan di Masa Pandemi

Sedangkan tanda pasti kehamilan (objektif) yaitu terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaan, terdengar bunyi jantung janin pada auskultasi, dan terlihat gambaran janin pada USG atau scanning.

Belakangan, banyak wanita berpedoman pada test pack untuk mengetahui apakah ia hamil atau tidak. Namun, tak jarang dari mereka masih tetap meragukan hasil tes alat tersebut. Meskipun, hasilnya menunjukkan positif hamil.

Test pack memang dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99 persen. Bahkan, garis tipis saja sudah menunjukkan hasil yang positif. Test pack juga dapat menunjukkan hasil negatif palsu (hasilnya negatif, keyataannya terdapat kehamilan). Sebaliknya, alat itu juga bisa memberikan hasil positif palsu (hasilnya positif, tetapi tidak ada kehamilan).

BACA JUGA:  Debat Calon Bupati, Masyarakat Bisa Usulkan Pertanyaan

Pemeriksaan test pack biasanya dapat dilakukan 1 hari setelah menstruasi terlambat. Namun, masih dapat terjadi hasil negatif karena rendahnya kadar hormon sehingga tidak terdeteksi. Sedangkan penyebab terjadinya hasil negatif palsu, umumnya karena kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau kadar hormon B-hCG dalam urin belum mencukupi.

Untuk itu, test pack dapat dilakukan kembali setelah ada keterlambatan lebih dari 1 minggu (sesuai siklus menstruasi). Kendati nantinya masih berkemungkinan muncul hasil yang negatif, akibat rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, calon ibu bisa mengulangi pemeriksaan 1-2 minggu kemudian.

Jika ingin memperoleh hasil yang lebih akurat, calon ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau bidan, setelah telat haid hingga 2-3 minggu. Sehingga, dilakukan pemeriksaan dengan cara USG (ultrasonography). Semoga informasi ini bermanfaat, salam sehat untuk kita semua. (da.)

  • Bagikan