Tes Cepat, Dharmasraya ‘Pecah Telur’ Positif Corona

  • Bagikan
Ilustrasi penggunaan masker sebagai upaya pencegahan terpapar virus corona.

Dharmasraya – Salah seorang warga Kabupaten Dharmasraya yang mengikuti rapid test (tes cepat) covid-19, Senin (13/4). Hasilnya ternyata mengejutkan. Warga yang tinggal di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar tersebut, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Hanya saja, warga yang diketahui berinisial J tersebut, belum diputuskan untuk dirawat di rumah sakit. Artinya, J bakal menjalani isolasi mandiri di rumahnya terlebih dahulu. Walau begitu, pihak Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memastikan bahwa J akan diawasi secara ketat.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dharmasraya, Rahmadian mengatakan, tingkat akurasi rapid testhanya sekitar 40 persen. Sehingga, pihaknya kini masih menetapkan status J sebagai suspect covid-19.

”Kami akan memastikan terlebih dahulu dengan tes swab. Apabila tes swab hasilnya positif, barulah J bisa dipastikan positif covid-19,” ujar Rahmadian.

Rahmadian mengungkapkan bahwa J salah seorang jamaah tablig. Ia dikabarkan baru kembali dari Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memastikan J terpapar sepulang dari Gowa itu. Sebab, beberapa hari lalu anggota keluarga J juga ada yang pulang dari Yogyakarta.

”Sejak J pulang (dari Gowa, Red), pihak medis di sini sudah memintanya mengikuti cek kesehatan. Namun ia menolak,” ungkap Rahmadian.

Untuk itu, pihak medis memilih melakukan rapid test dengan mengambil sampel darah J. Hasilnya, J dinyatakan positif covid-19. ”Saat rapid test itu kami mengambil dua sampel daerah. Yakni darah J dan M. Beruntung, M hasilnya negatif,” ungkapnya lagi.

Kini, katanya Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan didampingi Tim Satgas Penanganan Covid-19 Dharmasraya mendatangi rumah J. Hal itu dilakukan untuk memberikan sejumlah pertolongan kepada pria yang berusia sekitar 59 tahun itu.

Tidak hanya itu, pihaknya akan melakukan penyemprotan desinfektan di rumah dan lingkungan J. ”Kami juga akan melakukan pemetaan riwayat kontak J,” pungkas Rahmadian.

Perkembangan Covid-19 Dharmasraya

Dari data yang dihimpun Datiak.com di website resmi Dharmasraya Tanggap Corona, Senin (13/4), tercatat Jumlah Pelaku Perjalanan ke daerah Terjangkit (PPT) sebanyak 5.034 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 218 orang. Lalu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 4 orang. Namun, dilaporkan bahwa 2 PDP sudah sembuh.

Sedangkan untuk pasien positif virus mematikan tersebut, sampai kini belum ada di daerah yang terletak di ujung tenggara Provinsi Sumatera Barat tersebut. Semoga saja, 1 orang warganya yang dinyatakan positif dari hasil rapid test, mendapatkan hasil negatif setelah dilakukan uji swab nantinya. (da.)

  • Bagikan