Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Terkonfirmasi Positif Masih Bertambah, PJJ Diperpanjang

  • Bagikan
(Dari kiri) Kadisdikbud Mentawai, Oreste Sakeru, Sekretaris Dinkes Mentawai, Relianas Tasirileleu, dan Kabag Hukum Setdakab Mentawai, Serieli BW, saat memberikan keterangan pers terkait penambahan terkonfirmasi positif Covid-19 dan kebijakan penundaan PJJ di Mentawai. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah di klaster perkantoran Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kali ini, virus corona itu menginfeksi dua orang ASN di Bumi Sikerei tersebut. Yaitu pria 50 tahun warga Mapaddegat, dan wanita 39 tahun yang tinggal di Kilometer 5, Tuapejat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Mentawai, Relianas Tasirileleu, membenarkan bahwa dua pasien terkonfirmasi positif baru tersebut, memang ASN di Pemkab Kepulauan Mentawai. Sekarang, keduanya sudah diisolasi di RSUD Kepulauan Mentawai.

“Sekarang kita langsung melacak riwayat kontak kedua pasien ini, sehingga penyebaran dapat dicegah agar tidak meluas,” ujar Relianas saat jumpa pers bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Oreste Sakeru, serta Kabag Hukum Setdakab Mentawai, Serieli BW, di Kantor Bupati Mentawai, Jumat (2/10).

BACA JUGA:  Tempat Wisata Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Kepada awak media, Relianas turut menyampaikan kabar gembira, karena sembuhnya empat pasien positif. Yakni ASN di RSUD Mentawai, Kepala Puskesmas Mapaddegat, seorang ABK kapal SAR Mentawai, dan pemilik usaha depot J5.

“Sampai saat ini, tercatat 43 kasus positif di Mentawai. Beruntung 33 orang pasien sudah dinyatakan negatif atau sembuh. Jadi, tinggal 10 orang lagi yang dalam perawatan/isolasi,” paparnya.

Untuk itu, Relianas mengimbau masyarakat dan seluruh pihak di Kepulauan Mentawai taat terhadap protokol kesehatan. Sehingga, angka positif Covid-19 tidak lagi bermunculan. “Kuncinya kesadaran bersama agar menjalankan protokol kesehatan, sehingga rantai penyebaran virus terputus,” pungkas Relianas.

Keputusan Sekolah

Sedangkan Kadisdikbud Mentawai Oreste Sakeru mengatakan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode dalam jaringan (daring) dan luar daring (luring), diputuskan untuk diperpanjang hingga akhir semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Hal itu tertuang dalam Instruksi Bupati Kepulauan Mentawai yang ditetapkan, Jumat (2/10).

BACA JUGA:  Ujian SKD CASN dan PPPK di Padang 2 Minggu Lagi

Katanya, bupati mengambil sikap untuk memperpanjang PJJ, lantaran pandemi Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Tidak hanya di Kepualuan Mentawai, tetapi di Provinsi Sumbar bahkan di Indonesia ini.

“Keputusan ini diberlakukan untuk jenjang pendidikan PAUD/TK hingga SLTP di Kepulauan Mentawai. Jadi, peserta didik belajar di rumah hingga penerimaah rapor pada Sabtu (19/12) mendatang,” ungkap Oreste.

Ia memperingatkan agar para peserta didik benar-benar belajar di rumah selama pemberlakuan PJJ. Artinya, para siswa dilarang berkeliaran di luar rumah, terlebih beraktivitas di tempat umum atau keramaian. Baik siang apalagi malam hari.

“Kita mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif mengawasi anak-anak kita. Terlebih orangtua anak,” imbau Oreste. (da.)

  • Bagikan